Somalia : Pertempuran Antara Kemanusiaan dan Kejahatan

Somalia : Pertempuran Antara Kemanusiaan dan Kejahatan

Lois Official Writer
2393

Betapa mirisnya kelaparan yang melanda di Somalia. Negeri ini begitu gerbang. Anak-anak kurus dan ibu-ibu hamil kerdil menatap kosong. Lalat silih berganti mengerubuti mulut, hidung, dan mata mereka. PBB mengatakan, Somalia darurat pangan. Lima wilayah telah didera kelaparan terburuk dalam 60 tahun ini. Pekan ini sudah ada 29.000 anak balita tewas, 640.000 anak dalam kondisi kekurangan gizi akut, juga rentan. 12 juta warga terancam kelaparan.

Kondisi-kondisi ini mendorong solidaritas internasional bagi Somalia. Bantuan logistik darurat digalang demi mendenyutkan kembali nadi sesama yang lemah di kawasan Afrika Timur itu, termasuk Djibouti, Etiopia, Kenya, dan Uganda. Namun, bantuan kemanusiaan ini dihadang oleh bandit sehingga sulit disalurkan. Al Shabab, sayap Al-Qaedah di Tanduk Afrika, melarang pendistribusian tersebut. Aksi mereka nekat, mereka terlibat baku tembak dengan aparat tentara pemerintah.

Para mantan pejuang Al Shahab sendiri melukiskan kelompoknya ‘kejam, tidak berperikemanusiaan’. Al Shahab juga mencegat, jika perlu membunuh, setiap warga yang sedang berjuang keras mencapai pusat-pusat distribusi pangan. Dalam kondisi dimana kemanusiaan seharusnya bergaung keras, Al Shabab malah menghancurkan dan membunuh. Orang lapar dicegah mencari makan. Manusia menjadi serigala bagi sesama.

Berdasarkan survei The Fund for Peace, lembaga penelitian nirlaba di Washington, Amerika Serikat, negara ini dikategorikan sebagai salah satu negara gagal. Empat tahun berturut-turut Somalia di urutan pertama negara gagal dan negara paling berbahaya di dunia. Somalia terperosok dalam kekerasan senjata, perang saudara. Antar suku saling menyalahkan. Somalia tidak lagi memiliki pemerintah nasional yang efektif. Pelanggaran hukum meluas. Terorisme, pemberontakan, dan perompakan merepotkan seluruh dunia.

Masa-masa mencekam mengancam Somalia. Somalia mengingatkan kita semua untuk peduli dengan sesama kita, tidak menyia-nyiakan makanan, memberi kepada mereka yang kekurangan, dan bersyukur untuk setiap kehidupan yang kita lalui sekaligus berdoa bagi mereka yang tingkat ekonominya di bawah kita, khususnya buat Somalia.

Sumber : kompas/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami