Marah dan Dendam Seorang Polisi Terhadap Pembunuh Istrinya

Marah dan Dendam Seorang Polisi Terhadap Pembunuh Istrinya

Lois Official Writer
2446

Hatinya hancur lebur ketika mengetahui bahwa istrinya yang bernama Putri Mega Umboh (25) tewas dibunuh dengan sejumlah tusukan di tubuh, serta leher digorok oleh tersangka. AKBP Mindo Tampubolon marah dan dendam. “Saat mengetahui istri saya sudah tergeletak tewas dengan luka tusukan, bahkan wajahnya sudah hancur dan berlubang, saya tak sanggup melihatnya. Bahkan saya sempat jatuh pingsan. Saat itu juga, hati saya hancur lebur,” kisah Mindo di hadapan jemaat GBI Tabgha, Batam.

“Sejak peristiwa itu, saya sempat menaruh dendam, bahkan saya ingin mengambil pistol dan menembak tersangka. Suami mana yang rela melihat istrinya tewas mengenaskan seperti ini. Tapi, sahabat saya menghalau dan bilang jangan,” ungkap Mindo dalam doa penghiburan malam itu. Tidak hanya itu, dendam Mindo kemudian dapat dia halau dari dalam dirinya.

Dari pendeta gerejanya, dia mendapatkan pemahaman baru. “Pendeta bilang ke saya, ‘kamu jangan dendam, itu sudah rencana Tuhan. Kalau kamu menaruh dendam, itu sama saja melawan Tuhan. Jadi, ingatlah semua cobaan itu sudah rencana Tuhan.’ Dan sejak itu saya mulai mengerti akan semua ini,” ujar Mindo. Mindo percaya bahwa dirinya kuat berdiri hingga saat ini semua itu berkat Tuhan. Mindo akhirnya mengerti apa kehendak-Nya.

Kasubnit II Ditreskrimnus Polda Kepri ini bahkan telah mampu memberkati para tersangka yang telah menghabisi nyawa istrinya itu. Mindo telah menyerahkan semua kasus yang menimpa keluarganya kepada para penyidik. Dan tak lupa, ia juga memberkati para penyidik yang menangani kasus kematian istri tercintanya itu. Para jemaat GBI Tabgha yang hadir meneteskan air mata saat mendengar kesaksian dan ketabahan, bahkan pengampunan Mindo kepada tersangka dalam kesaksiannya itu.

Kalau dengan kekuatan sendiri, manusia mungkin akan susah untuk menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya, apalagi mengampuni orang-orang yang berbuat begitu mengerikan di dalam hidup mereka. Mindo membuktikan kepada kita semua, meski orang yang dia kasihi dibunuh secara kejam oleh para tersangka, namun dia masih mampu memberikan pengampunan. Adakah di dalam kehidupan kita seseorang yang mungkin melakukan kesalahan kepada kita, tapi sampai sekarang tidak bisa kita ampuni? Tilik hati kita masing-masing dan mulailah melepaskan pengampunan kepada mereka.

Sumber : tribunnews/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami