Tape Uli, Singkong dan Ketan yang Harus Diragi dengan Baik

Tape Uli, Singkong dan Ketan yang Harus Diragi dengan Baik

Lois Official Writer
6693

Masih dalam rangka ulang tahun Jakarta, kita ulas tuntas berbagai makanan Jakarta yang terkenal. Makanan selanjutnya yang akan kita ulas adalah Tape Uli dan Tape Ketan. Pernahkah Anda mencoba makanan ini? Tape Uli ini sering dijumpai di sekitar Jabodetabek tapi jarang ada yang mengetahui bahwa makanan ini berasal dari Jakarta. Tape atau uli (bahasa Betawi) adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan Tape Singkong atau Peuyeum. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan Tape Pulut atau Tape Ketan.

Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar singkong atau ketan dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang baik. Alat-alat yang berminyak jika digunakan untuk mengolah pembuatan tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi, karena itu alatnya harus benar-benar bersih, selain itu air yang dipakai juga air bersih. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape.

Selain dimakan langsung, tape juga enak dijadikan olahan lain atau dicampur dengan makanan atau minuman lain. Seperti tape pulut yang enak bila dicampur dengan campuran cendol atau es campur, bisa juga diolah kembali menjadi wajik atau dodol. Sedangkan tape singkong selain bisa dijadikan campuran cendol, es campur atau es doger, bisa juga dibuat makanan gorengan Rondo Royal (Tape Goreng, colenak, dan lain-lain.

Tape Uli dan juga Tape Ketan ini sama seperti makanan khas lainnya, tidak banyak terdapat di rumah makan di Jakarta tapi biasanya dijajakan berkeliling oleh pedagang kaki lima. Selain itu, biasanya makanan yang satu ini pasti ada di setiap hajatan di daerah orang Betawi asli. Ini merupakan salah satu makanan Jakarta yang harus tetap dipelihara.

Sumber : berbagai sumber/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami