Romo Magnis : Saya Belum Pesimis Terhadap Indonesia

Nasional / 7 June 2011

Kalangan Sendiri

Romo Magnis : Saya Belum Pesimis Terhadap Indonesia

Lois Official Writer
1605

Romo Franz Magnis-Suseno merupakan seorang filsuf dan staf pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Pada 26 Mei 2011 yang lalu, usianya genap 75 tahun. Dia sudah ada di Indonesia sejak 50 tahun yang lalu. Lalu bagaimanakah Indonesia di matanya?

“Saya merasa dilibatkan dan terlibat dalam nasib bangsa ini. Nasib bangsa ini ada pasang surut, tetapi tidak pernah membosankan. Selalu ada sesuatu yang baru dan menantang. Saya juga terlibat dengan Gereja Katolik. Saya menganggap sangat penting gereja menempatkan diri secara benar dalam masyarakat Indonesia yang plural dengan struktur tertentu, yaitu bisa menyumbangkan sesuatu bagi perdamaian, kesejahteraan, dan suasana baik dalam masyarakat.”

Menurutnya, melihat kondisi Indonesia selama 50 tahun dia tinggal di sini, tentu ada guncangan dalam sejarah Indonesia. Ambil saja kasus 1965-1966 dimana terjadi kerusuhan besar dan disusul dengan kasus kerusuhan tahun 1998. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki lebih banyak substansi dan stamina daripada yang sering dikatakan orang.

“Jadi tidak betul bahwa nasionalisme sudah menguap. Itu kadang-kadang kelihatan. Saya melihat bahwa Indonesia biasanya keluar dari krisis sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Memang tidak ada kemajuan lurus, tetapi situasi tidak menjadi lebih jelek. Itu masih pada umumnya.” begitu jelasnya. Itulah sebabnya, Romo Magnis belum merasakan pesimis bagaimana nasib bangsa ini. Apalagi dia juga mempunyai latar belakang perbandingan dengan negara lain.

Sarannya adalah janganlah kita mengharapkan Indonesia secara mendadak berubah dan keluar dari tradisinya selama ini, dipaksa menjadi bangsa modern lalu berjalan mulus. Dengan adanya proklamasi kemerdekaan, kita akan makin cepat menjadi demokrasi yang mantap. Itulah imannya. Jadi, jangan menyerah untuk Indonesia. Meski mungkin kita melihat banyak kebobrokan, kita harus yakin Indonesia akan berubah. Dengan mengubah diri sendiri, mungkin orang dapat melihatnya sehingga dia pun berubah dan makin banyak orang yang diubahkan sehingga Indonesia ikut berubah.

Sumber : kompas/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami