Dua Hari Berturut-turut Perayaan Paskah di Cirebon Dibubarkan Paksa !

Dua Hari Berturut-turut Perayaan Paskah di Cirebon Dibubarkan Paksa !

daniel.tanamal Official Writer
4209

Umat Kristen di Indonesia kembali mengalami penindasan dari kelompok masyarakat yang tidak menginginkan adanya kegiatan peribadahan. Peristiwa ini terjadi di kota Cirebon, ketika 6.000 jemaat akan mengadakan perayaan dan pengucapan syukur hari raya Paskah harus dibubarkan paksa oleh sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) Senin (16/5).

Acara yang sedianya akan dilakukan di Gedung Gratia Cirebon itu harus dibatalkan ketika sekitar 20 orang ormas Gapas yang dipimpin Andi Mulya mendatangi gedung tersebut. Mereka pun langsung menghardik panitia penyelenggara dan mengatakan jika kebaktian di gedung Gratia tersebut tidak memiliki izin. Padahal pihak panitia telah menjelaskan bahwa acara ini telah mendapat izin dari pihak kepolisian.

Ironisnya pihak kepolisian yang datang ke lokasi setelah melakukan dialog akhirnya meminta agar perayaan tersebut bubar untuk keamanan. Panitia acara Stevanus menjelaskan jika pihaknya sudah memberitahukan ke polisi tentang acara yang mereka lakukan malam ini. "Ini bukan kebaktian. Tapi perayaan dan ucap syukur kita kepada Tuhan. Jadi mohon dibedakan antara perayaan dan kebaktian," katanya.

Sedangkan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Asep Edi Suhaeri yang datang ke lokasi mengakui jika panitia sudah memberitahukan pelaksanaan acara tersebut kepada polisi. "Mereka sudah mengirimkan surat pemberitahuan," katanya. Namun, kata dia, demi menjaga suasana daerah, akhirnya acara itu pun dibubarkan.

Sehari berselang Selasa (17 Mei) jemaat yang sama inipun kembali dibubarkan oleh ormas yang sama pula di hotel Apita Cirebon. Sejak pukul 05.00 WIB, persiapan perayaan paskah dan ucap syukur sudah dilakukan. Namun, untuk alasan kondusivitas daerah, akhirnya acara itupun dibubarkan. Padahal panitia sudah mengantongi izin dari Polres Cirebon Kota Cirebon untuk pelaksanaan acara ini.

Hingga berita ini diturunkan belum ada langkah dan penanganan yang kongkrit dari pemerintah untuk mencegah terjadinya penindasan ini kembali. Kekhawatiran umat beragama pun kembali muncul, akankah pembiaran terhadap penindasan ini terus terjadi?

Sumber : tempointeraktif/DPT
Halaman :
1

Ikuti Kami