Salah Perhitungan

Salah Perhitungan

Puji Astuti Official Writer
4435

Pekerjaan pertama George sebagai kontraktor landscape adalah menyingkirkan tunggul sebatang pohon ek besar dari ladang seorang petani. Itu juga merupakan kesempatan pertamanya untuk menggunakan dinamit-praktek yang biasa dilakukan untuk menyingkirkan tunggul semacam itu. Seraya si petani menyaksikan, George berusaha menyembunyikan kegugupannya dengan secara seksama memperkirakan ukuran tunggul itu,dan menentukan jumlah dinamit yang sesuai untuk digunakan dan dimana meletakkannya.

Akhirnya, ia dan si petani pindah ke detonator yang terletak dibelakang truk pick-up George. Sambil berdoa diam-diam, George menekan detonator itu. Dengan anggun tunggul itu melompat ke udara lalu jatuh hancur remuk tepat di tempat duduk truknya! George memandang tanpa daya pada kerusakan yang terjadi, namun si petani sangat kagum: "Nak,dengan sedikit latihan lagi,tunggul itu akan mendarat di bagian belakang truk setiap kalinya!"

Saat kemalangan menimpa, kita sering melihat masalah kita sebagai sesuatu yang menghancurkan kita. Kita melihat "tempat duduk" kehidupan kita yang remuk dan tergoda untuk putus asa, kecil hati, atau tertekan.

Mengapa kita tidak melihat masalah kita seperti si petani itu, lihat betapa dekatnya Anda pada keberhasilan, dan responlah keadaan Anda dengan optimisme. Tuhan sedang melakukan proses memurnikan Anda-langkah demi langkah dan Ia memiliki sasaran: kesempurnaan Anda dalam Kristus Yesus.

"Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina,tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia. Ayub 8:7"

Sumber : Facebook Message

Ikuti Kami