Masa Pra Paskah, Masa Kebangkitan Gereja Stasi

Masa Pra Paskah, Masa Kebangkitan Gereja Stasi

daniel.tanamal Official Writer
2687

Tidak dapat dipungkiri bahwa hari raya keagamaan menjadi magnet tersendiri bagi tiap pribadi berkeyakinan untuk menghadiri dan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan melalui rangkaian kegiatan dan prosesi ibadah yang dilakukan oleh tiap rumah ibadahnya. Tidak terkecuali pada masa pra-paskah ini banyak orang kembali memadati gereja dan tempat bersejarah untuk memperingati paskah ataupun mencari jawaban atas pergumulan hidupnya.

Hal ini dapat terlihat jelas di Roma Italia, tiap pagi selama 40 hari selama Prapaskah, sekelompok orang menyusuri jejak penderitaan Yesus Kristus yang disimbolkan sebagai via dolorosa, sebuah jalan di Kota Yerusalem yang dilalui Tuhan Yesus sambil memikul salib dan ditandai dengan 14 titik salib. Sejumlah gereja tua pun dikunjungi sebagai bagian dari ziarah menyambut pecan suci paskah.

Prosesi umumnya dimulai ketika matahari terbit di atas kubah dan atap Roma, para jemaat mengadakan ziarah dengan menyeberangi Sungai Tiber dan menyusuri lorong-lorong pusat bersejarah di Roma untuk menghidupkan kembali tradisi kuno, yang dewasa ini menarik bagi banyak duta besar, mahasiswa, dan rakyat biasa. Mereka menuju ke Sant’Apollinare, salah satu “gereja stasi” di Roma. Roma memiliki hampir 40 gereja kuno yang pada abad lalu dijadikan tempat Misa harian.

Selama Prapaskah, sebelum Pekan Suci dan Paskah untuk memperingati kematian dan kebangkitan Yesus, gereja-gereja itu secara bergilir dijadikan tempat Misa. Prosesi subuh itu berlangsung setiap pagi. Umat menuju gereja yang mendapat giliran sebagai tempat Misa harian.

Kebiasaan mengadakan ziarah harian ke setiap gereja kuno selama masa Prapaskah ini dimulai tahun 1970-an untuk memberi penghormatan kepada umat Kristen awal yang mempertaruhkan hidup mereka untuk beribadah dan penyebaran agama.

 

Sumber : Berbagai Sumber/DPT
Halaman :
1

Ikuti Kami