Ketika Kesucian Sepertinya Tak Mungkin Untuk Dipertahankan

Marriage / 17 April 2011

Kalangan Sendiri

Ketika Kesucian Sepertinya Tak Mungkin Untuk Dipertahankan

Lestari99 Official Writer
5143

Bagi Anda para wanita, ada pertempuran yang perlu Anda perhatikan secara seksama karena masa depan kebahagiaan Anda tergantung dari padanya. Bahkan jika Anda besar dengan rajin beribadah ke gereja setiap Minggu, pergi liburan sebagai siswa sekolah Alkitab, dan bahkan jika Anda menjabat sebagai presiden kelompok pelayanan anak muda dan Anda dapat mengutip lusinan ayat Alkitab, bisa jadi Anda akan menjadi korban berikutnya dari perang yang tengah berlangsung terhadap kesucian hidup Anda. Itulah kenyataan dari latar belakang kehidupan yang terjadi pada seorang Shannon Ethridge sebelum dia menyadari pertempuran yang merusak lima tahun kehidupannya. Kini Shannon telah keluar sebagai pemenang dan hasratnya adalah membagikan apa yang dia pelajari dengan wanita muda lainnya.

Shannon mengatakan: “Tangisan dari hatiku selalu meledak. Tuhan, tolong saya menolong wanita muda lainnya untuk menghindari membuat kesalahan seperti yang pernah saya buat”. Shannon sungguh-sungguh melakukannya. Bukunya Every Young Woman Battle akan menolong Anda dan wanita muda lainnya untuk menyadari dan memenangkan pertempuran yang ada di pikiran, hati dan tubuh dalam dunia yang jenuh dengan masalah seks.

Granat Di Tangan Setan

Untuk memulainya, Shannon telah mulai mengidentifikasi senjata dari pihak lawan. Ada sejumlah kebohongan yang spesifik dimana setan “menyetel” pikiran Shannon tentang ketidakmampuan dirinya dalam pertempuran mengenai kesuciannya.

Kebohongan pertama: Ayah saya tidak peduli pada saya.

Meskipun Shannon dapat melihat ke belakang sekarang dan melihat bahwa ayahnya sesungguhnya benar-benar mencintai dirinya, dia tidak merasakan hal itu ketika dia tumbuh besar. “Ayah ada untuk saya secara fisik dan menyediakan kebutuhan finansial secara baik namun dia tidak memiliki petunjuk tentang jenis emosi atau hubungan secara spiritual. Dan saya tumbuh dewasa dengan lubang besar itu di hati saya yang haus akan perhatian”.

Kebohongan kedua: Saya tidak layak dan pantas.

Karena Shannon tidak merasa layak, pantas atau merasakan kenyataan dalam hubungan dia dengan ayahnya, dia mulai mencari dan berusaha menemukan identitas dan nilai dirinya dengan jalan tidak sehat.

Kebohongan ketiga: Ketika pria memberikan perhatian pada saya, itu karena saya adalah seorang istimewa.

Dalam usia muda itu Shannon menemukan adanya pengganti untuk kekurangan perhatian dari ayahnya. Ketika pria melirik padanya, itu membuat kesepian hatinya berada di puncak dunia. Pencarian perhatian dan kasih sayang menjadi sebuah permainan. “Saya pikir hal itu begitu menyenangkan dan saya merasa punya kekuatan. Saya merasa jika seorang pria tertarik secara seksual artinya pastilah saya sangat berharga dan saya terbelenggu terhadap hal itu. Saya benar-benar tidak siap untuk urusan seksual... saya siap untuk cinta. Saya memberikan seks dengan pikiran saya akan mendapatkan cinta sebagai balasannya. Saya tidak menyadari hal itu, saya malah dieksploitasi sebagai balasannya.” Siklus ini hanya menambahkan rasa ketidaklayakan pada dirinya.

Kebohongan keempat: Terlambat bagi saya.

Ketika Shannon berusia 14 tahun, dia menaruh dirinya pada situasi bersama pria usia 18 tahun yang memanggil dirinya “dengan membentak”. Pria ini amat besar dan kuat dan tidak sedang bermain permainan. Pria ini merenggut keperawanan Shannon. Kemudian, sejak Shannon merasa kesuciannya terenggut, apalagi yang dicoba untuk dipertahankan supaya tetap suci? Sekitar lima tahun, dia melangkah dari satu hubungan seksual ke hubungan seksual dengan pria lainnya, dan masih terus mencari cinta yang tidak terpahami dan bentuk penerimaan.

Setelah itu, ketika Shannon berusia sekitar 20-an, dia mengalami perubahan hidup. Sekeluarnya dari Mortuary College, dia bekerja di rumah pemakaman (bertemu dengan orang mati tentunya) dan mencatat begitu banyak dari mereka mati muda akibat AIDS atau melakukan bunuh diri sebagai hasil diagnosa HIV positif. “Saya menyadari bahwa saya memainkan permainan yang berbahaya, bukan hanya untuk tubuh saya namun juga bagi hati dan roh saya. Saya telah mencari cinta di tempat yang salah.” Untuk beberapa alasan, dia mengamati bahwa Tuhan telah meninju keyakinannya yang salah serta tindakan yang dia ambil. Dari situ Shannon memutuskan untuk kembali memulihkan hubungannya terhadap Tuhan.

Satu ayat yang Tuhan pakai untuk mengambil kembali perhatian Shannon waktu itu adalah Ulangan 30:15: “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan”.

“Saya melihat kembali bagaimana begitu banyak pilihan. Saya lebih memilih kematian - secara spiritual, mental, emosional, berdasar hubungan dan bahkan seksual karena benar-benar sulit masuk dalam pernikahan dan benar-benar bebas menikmati hubungan seksual dengan suami ketika begitu banyak pengalaman pahit di masa lalu”.

Senjata Nuklirnya Tuhan

Kekuatan satu-satunya yang setan miliki dalam hidup Anda adalah kebohongan yang dia berikan pada Anda untuk dipercayai. Namun ada suatu kuasa yang lebih kuat daripada kebohongan setan yang secara lengkap akan menghancurkan usaha lemah si setan untuk memusnahkan hidup Anda. Apakah itu? Kebenaran Tuhan yang menakjubkan dan kuat! Kebenaran Tuhan itu seperti senjata nuklir yang mengatasi kebohongan setan, dan itu benar-benar nyata terjadi ketika Shannon mulai mengganti kebohongan dengan kebenaran yang berkemenangan.

Kebenaran pertama: Bagaimana Tuhan merasakan keberadaan Anda.

Anda mungkin mendengar bahwa Tuhan adalah Bapa di Sorga yang begitu mengasihi manusia sehingga mengirimkan putra-Nya untuk mati bagi dunia. Anda adalah pribadi yang berharga dan bernilai besar dan layak bagi Dia. Semua itu adalah kebenaran dan semua dapat dipakai untuk mengalahkan kebohongan iblis. Namun dalam perjalanan menuju kesembuhan, Shannon menemukan aspek indah dari hubungannya dengan Tuhan yang benar-benar menolongnya pada pemulihan yang semakin dalam tentang pencariannya terhadap cinta.

“Saya sesungguhnya menemukan konselor wanita yang telah melalui hal yang sama dalam kehidupannya. Dia mengajar saya bagaimana melihat pada Tuhan sebagai kekasih jiwa saya, dan bagaimana skandal yang saya pahat dan pencarian cinta yang saya lakukan hanya bisa saya temukan dalam hubungan saya dengan Tuhan Yesus. Saya tidak pernah benar-benar memikirkan tentang Tuhan sebagai kekasih. Saya selalu mendengar Tuhan dan Yesus sebagai Bapa, namun dalam pikiran saya, saya tidak menginginkan hal itu karena saya memiliki masalah hubungan dengan ayah kandung saya, dan saya tidak perlu memahat hubungan lainnya dengan seorang ayah.” Apa yang Shannon inginkan adalah untuk diingini dan dicintai oleh seorang kekasih yang mengasihi dirinya secara murni dan utuh, dan dia menemukannya dalam Tuhan Yesus.

Kebenaran Kedua: Tidak terlambat buat Anda.

Jika Anda telah membuat beberapa kesalahan dalam wilayah kesucian, Shannon ingin Anda tahu, seperti halnya dia telah menemukan jawabnya, tidak pernah terlambat bagi Anda untuk juga memulainya.

“Kita melayani Tuhan sebagai pilihan kedua. Untuk Anda pikirkan bahwa tidak ada kesempatan untuk mengembalikan hidup Anda dan untuk membuat keputusan bijak yang didasarkan perkataan bahwa apa yang Yesus lakukan di kayu salib tidak cukup untuk Anda - bahwa Anda butuh mukjizat ajaib untuk membuat Anda bebas merdeka. Anda boleh percaya bahwa apa yang Tuhan lakukan di kayu salib adalah cukup untuk membuat Anda menjadi ciptaan baru seperti yang Tuhan katakan, boleh juga tidak. Kita harus tahu bahwa kita bisa memperbaharui cara pandang kita, bahwa hati kita bisa dipulihkan, dan bahwa kita dapat memiliki kesucian kedua. Ketika kita membebaskan Tuhan menjadi kekasih jiwa kita, itu kekuatan besar untuk mengurangi godaan untuk meneruskan dari satu hubungan ke hubungan lainnya.”

Jangan pernah dilemahkan - pertempuran ini akan menjadi lebih mudah ketika Anda memperlengkapi diri dengan kebenaran. Jika Anda ingin lebih dalam ditolong menjaga kesucian hidup Anda, peganglah kiat-kiatnya di atas.

Sumber : boundlessline.org
Halaman :
1

Ikuti Kami