Paskah, Satu Hari Raya Dua Agama

Paskah, Satu Hari Raya Dua Agama

Puji Astuti Official Writer
5304

Paskah, adalah momen penting bagi umat Kristiani karena inilah peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Sebuah bukti kemenangan atas dosa dan maut, yang menyatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, telah merdeka dari kutuk dosa.

Namun Paskah sudah ada jauh sebelum ke-Kristenan. Paskah dimulai ketika Musa membawa umat Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Umat Yahudi telah merayakan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi  selama kurang lebih 4000 tahun. Hal ini adalah sebuah perintah, sebagaimana ditulis dalam Keluaran 12: 25-27,

Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.

Sebelum Paskah, selama tujuh hari, orang Israel hanya makan roti tidak beragi, dan tiap-tiap hari, selama tujuh hari itu, Musa memerintahkan untuk mengadakan pertemuan kudus.

Di hari Paskah itu, setiap kaum Israel harus mempersembahkan kambing domba, atau yang disebut anak domba Paskah. Sebagai peringatan bagaimana darah domba itu telah disapukan di pintu-pintu rumah orang Israel ketika masih di Mesir sehingga Tuhan tidak menulahi mereka, seperti tulah yang turun atas orang Mesir.

Ketika tiba makan malam di hari Paskah itu, orang Yahudi menamai makan malam itu “Passover Seder” atau “Perintah Paskah” yang menyatakan ada suatu perintah dari tiap makanan yang mereka nikmati. Ditengah meja, terletak piring Paskah, dengan enam elemen yang akan membantu menceritakan tentang keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir.

1. Peterseli (Karpas) mewakili awal yang sederhana dari bangsa Israel,

2. dicelupkan dalam air garam yang melambangkan air mata yang ditumpahkan oleh nenek moyang orang Israel.

3. Horseradih (maror) merupakan lambang pahitnya perbudakan.

4. Charoset – campuran apel, anggur merah, kacang-kacangan dan kayu manis, melambangkan bahan-bahan yang digunakan bangsa Israel untuk membangun gudang-gudang Firaun.

5. Tulang betis (z’roah) melambangkan anak domba yang dikorbankan dan darahnya disapukan di ambang rumah umat Israel sehingga malaikat maut melewati rumah-rumah mereka.

6. Telur rebus (beitzah) melambangkan pengorbanan yang dilakukan ketika Bait Allah pertama dan kedua di bangun.

Selain semua makanan itu, di meja itu juga ada matzo (roti tidak beragi) yang di tutup dengan tiga buah kantong. Saat akan memulai makan malam, pemimpin Seder akan memecah-mecahkan matzo tersebut, menaruhnya di sebuah sapu tangan putih dan menyembunyikannya di suatu tempat dalam rumah tersebut.

Potongan roti yang disembunyikan itu disebut afikoman (gurun). Pada saat selesai makan malam, anak-anak akan mencari afikoman dan mereka yang menemukannya pertama kali akan mendapatkan hadiah. Hal ini untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk melihat ke depan, untuk membantu mereka melewati perjalanan panjang ketika mereka melayani sebagai seorang Seder.

Elemen lainnya adalah sebuah gelas anggur untuk Nabi Elia, yang akan menyambut kedatangan Mesias. Pada saat makan malam itu, di waktu-waktu tertentu, pemimpin keluarga itu akan memerintahkan seorang anak untuk membuka pintu, siapa tahu Elia akan datang. Dan ketika anak-anak mencari afikoman yang tadi disembunyikan, salah seorang keluarga akan minum dari cawan anggur itu. Ketika anak-anak itu berkumpul, Seder akan meminta mereka merenungkan apakah Elia benar-benar telah datang dan minum beberapa teguk anggur itu.

Semua berkenaan dengan perayaan Paskah kaum Israel adalah sebuah perlambangan akan kedatangan Mesias yang akan datang dan menebus umat-Nya, sebagai domba Paskah itu sendiri. Mereka yang percaya kepada-Nya akan dilakukan dari maut itu, dan memperoleh hidup kekal.

Hari ini, apakah Anda telah mengalami Paskah itu dalam hidup Anda. Atau sebaliknya, Anda masih dalam perbudakan dosa? Apapun keadaan Anda hari ini, datanglah pada Yesus. Undanglah Dia masuk dalam hatimu, dan menjadi Anak Domba yang tersembelih bagi dosa-dosamu. Yesus mengasihimu, Dia rindu Anda diselamatkan.  

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami