80 Persen Anak Hidup Di Jalanan Karena Orang Tua Mereka

80 Persen Anak Hidup Di Jalanan Karena Orang Tua Mereka

Lois Official Writer
3743

Menurut Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, sekitar 80 persen permasalahan anak jalanan adalah karena pengaruh orangtua. “Ada yang kita dapatkan anak-anak masih di jalan pada tengah malam. Mereka tidak berani pulang jika tidak mendapat uang karena tidak akan bisa makan. Bayangkan 20-30 tahun lagi anak-anak jalanan itu akan tumbuh menjadi generasi yang hilang,” katanya pada penutupan Rapat Kerja Nasional Program Kesejahteraan Sosial Anak di Jakarta.

Kalau dikelola dengan bagus, hak-hak mereka diwujudkan, diberi perlindungan dan hak tumbuh kembang, kesehatan, pendidikan, merka akan jadi pemimpin bangsa ke depan,” ujar Mensos. Namun dalam hal ini, pemerintah memerlukan kerjasama dari pihak lain termasuk orang tua, sehingga orang tua juga perlu pembinaan agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya sampai akhirnya anak tidak perlu ke jalan.

Pemerintah sudah menyiapkan tenaga-tenaga profesional untuk mengawal suksesnya program yang ada. Salah satu programnya yaitu melalui tabungan sosial anak yang diberikan kepada anak jalanan dan fakir miskin. Tabungan itu merupakan suatu tekanan kepada orangtua dimana jika anak masih berada di jalan, maka pemerintah akan menarik kembali tabungan itu. Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Sosial, jumlah anak yang dijangkau melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) pada 2010 adalah 139.464 anak dengan nilai sebesar Rp 154.45 miliar. Sedangkan jumlah anak terlantar di seluruh tanah air mencapai 5.4 juta anak.

Kita sering menemukan mereka di jalanan, mengamen, menjual suara di bis, tidur di emperan maupun di jembatan layang, mereka ada di sekeliling kita. Mereka penerus bangsa ini namun tinggal di jalanan. Yesus memberikan hak yang istimewa untuk anak-anak. Hendaknya kita pun memberikan mereka tempat yang istimewa dan terlebih lagi peduli dengan mereka. Bangkitkan kembali jiwa sosial itu dan jadilah terang buat mereka.

Sumber : mediaindonesia/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami