Castro Mundur, Gereja Jamin Pembebasan Aktivis

Castro Mundur, Gereja Jamin Pembebasan Aktivis

daniel.tanamal Official Writer
2181

Angin perubahan mulai berhembus di bumi gerilyawan Kuba, setelah Fidel Castro secara resmi menyatakan, dirinya pensiun total dari Partai Komunis Kuba setelah 5 tahun meninggalkan posisinya di partai tersebut. Castro yang kini berusia 84 tahun, mundur dari kancah publik dan menyerahkan tugas-tugasnya kepada Raul Castro, adiknya sejak dia menjalani operasi darurat pada sistem pencernaannya pada tahun 2006.

Peristiwa yang mengagetkan publik Kuba tersebut tentu saja merupakan jalan yang diharapkan untuk Gereja Katholik Roma terus meretas asa untuk membebaskan para aktivis kebebasan dan HAM yang masih banyak “dirumahkan” oleh Castro. Gereja Katholik Roma memang punya andil besar dalam membujuk Castro untuk berbelas kasihan membebaskan para aktivis.

Pemerintah Kuba sendiri setelah mendapat bujukan dari Gereja Katholik Roma, berjanji akan membebaskan dua tahanan politik yang dipenjara sejak tahun 2003. Mereka adalah Felix Navarro dan Jose Daniel Ferrer. Kedua aktivis itu adalah yang terakhir dari 75 intelektual terkemuka, pemimpin oposisi dan aktivis yang dipenjarakan pemerintah dengan berbagai macam tuduhan - termasuk di antaranya tuduhan mengkhianati negara.

Dipenjarakannya Navarro dan Daniel Ferrer telah mengundang kecaman dan kritikan tajam dari Amnesty International dan aktivis hak asasi manusia. Pemerintah Kuba telah membebaskan sejumlah tahanan politik sejak dicapainya kesepakatan Juli tahun lalu, antara Raul Castro dengan Uskup Agung Kuba, Jaime Ortega.

Inilah salah satu tugas penting gereja dalam mengemban amanat agung sebagi pelayan ditengah masyarakat. Peran penting sebagai inisiator dalam pembebasan aktivis atau kegiatan yang dianggap terlarang oleh pemerintah dapat meretas rekonsiliasi nasional yang dapat menyembuhkan luka lama yang mungkin belum sembuh. Satu hal yang wajib dilakukan oleh gereja di Indonesia.

 

Sumber : Berbagai Sumber/DPT
Halaman :
1

Ikuti Kami