Said Pegang Teguh Imannya, Dibebaskan dari Hukuman Mati

Internasional / 28 February 2011

Kalangan Sendiri

Said Pegang Teguh Imannya, Dibebaskan dari Hukuman Mati

Lois Official Writer
2742

Said Musa, seorang Kristen di Afghanistan yang beberapa waktu lalu menghadapi hukuman mati karena berpindah agama, sudah dibebaskan dari penjara di Kabul, menurut pemerhati Kristen di sana pada hari Kamis (24/2). “Saya sudah dikonfirmasi bahwa dia sudah keluar dari negeri,” kata Aidan Clay, Pemerhati Kristen Internasional. Clay memberitahu bahwa dia mendapatkan berita ini dari temannya yang merupakan juga teman Musa.

“Situasi yang sangat gawat. Pemerintahan Amerika dan yang lainnya tidak ingin ada sesuatu yang salah. Semuanya harus berjalan, sangat, sangat rahasia karena akibat dari politik yang bisa terjadi,” katanya kepada Christianpost.com. Sumber tersebut, mengunjungi Musa di penjara dan yang menolong Musa. Dia jugalah yang ditulisi surat oleh Musa untuk diberikan kepada Obama. “Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena dia bebas dan bahwa usaha yang dilakukan banyak orang ini berhasil,” kata sumber yang tidak disebut namanya itu.

“Allah mengijinkan kita mengambil bagian dalam hal seperti ini dan saya memuji Dia karena hal ini berakhir dengan kebebasan buat Musa. Melalui surat Musa, dia berbicara kepada seluruh dunia sebuah kesaksian tentang iman dan ketabahannya.” Namun, kapan Musa dibebaskan ataupun kemana dia setelah itu belum diketahui. Ketika menghubungi pihak-pihak lain, juga kurang mengetahui bahwa Musa sudah dibebaskan. Menurut Clay, sumbernya ini hanyalah satu-satunya sumber yang mengetahui segalanya dari kasus ini dari semula.

Dalam surat Musa, diceritakan bahwa dia didatangi 3 orang Afghanistan yang mengatakan padanya bahwa dia akan dibebaskan dalam 24 jam jika dia menulis surat pernyataan yang menaytakan dia menyesal memegang Kristen sebagai agamanya. “Saya tertawa dan mengatakan, ‘Saya tidak bisa menyangkal nama Penebus saya,’” tulis Musa di surat 13 Februari tersebut. “Karena hidup saya hanyalah melayani Yesus Kristus dan kematian saya hanya akan membawa saya ke surga dimana Yesus berada. Saya siap 100% bila harus mati. Mereka terus menerus meneror saya. Saya menolak tuntutan mereka.” katanya lagi.

Tentu semua ini tak lepas dari doa-doa semua saudara seiman yang berharap akan kebebasan Musa, bahwa Tuhan mampu menyatakan kekuasaan-Nya. Kita juga bersyukur untuk iman dan kepercayaan Musa di dalam Tuhan.

Sumber : christianpost/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami