Tuhan Tidak Bisa Ditipu

Tuhan Tidak Bisa Ditipu

Puji Astuti Official Writer
7378

Tuhan tidak terkesan dengan promosi yang berlebihan. Ia tidak memiliki tempat untuk sesuatu yang dilebih-lebihkan. Pidato-pidato bagus tidak mempengaruhi-Nya. Klaim-klaim yang sensasional tidak dapat membodohi Dia. Hanya peduli dengan kebenaran. Sebaliknya, kita dengan mudah dapat menipu orang lain (dan juga diri sendiri), tetapi satu hal yang pasti kita tidak akan pernah dapat menipu Tuhan.

Tuhan “Mata-Nya bagaikan nyala api”; Ia memiliki “pedang yang tajam dan bermata dua”; Ia adalah “saksi yang setia dan benar”(Wahyu 2:18,12; 3:14). Ia tidak pernah berkata, “Aku pikir..” I hanya berkata, “Aku tahu.” Pada setiap gereja di dalam Kitab Wahyu, perkataan Tuhan selalu sama : “Aku tahu..”

Para jemaat Tuhan di Sardis, mereka adalah orang-orang besar dalam Kerajaan Allah. Sayangnya, Yesus tidak terkesan, “Aku tahu segala pekerjaanmu; Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati.” Tuhan tidak bisa ditipu oleh penampilan luar, Dia selalu menyelidiki hingga jauh kedalam hati seseorang.

Hal yang serupa juga terjadi pada jemaat di Loadikia, mereka tampak baik dari luar. Bisa dikatakan mereka adalah gereja yang sempurna, mereka adalah gereja yang baru berdiri, namun paling makmur, paling diberkati dan paling diurapi. Tetapi Tuhan melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh manusia:

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,” Wahyu 3:15-17

Bayangkan bagaimana keadaan seseorang yang dirinya adalah seorang melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang. Ia berpikir dirinya kaya, padahal kenyataannya melarat dan miskin. Ia merasa dirinya melihat, padahal dirinya buta dan dalam keadaan telanjang. Bukankah hal ini adalah sebuah tragedi? Orang yang sakit namun tidak menyadari bahwa dirinya sakit.

Namun karena kasih-Nya, Tuhan mengungkapkan kebenaran yang ada sekalipun itu sakit dan pahit kepada jemaat-jemaat yang ditulis dalam kitab Wahyu. Tujuannya satu, agar ada pertobatan dan mereka dipulihkan.

Hal yang sama juga Tuhan lakukan atas setiap umat yang dikasihi-Nya. Seperti seorang bapak yang mengasihi anaknya, Tuhan akan menegur kita dengan keras saat kita telah keluar dari jalur. Dia ingin kita kembali kepada-Nya, untuk itu Tuhan akan menegur kita dengan keras, dan kita harus mengalami berbagai dukacita karenanya. Tetapi “dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” (2 Korintus 7:10).

Jika selama ini kita bisa mengesankan orang-orang dengan penampilan kita yang baik, ingatlah bahwa Tuhan menyelidiki jauh kedalam hati Anda. Dia tidak bisa ditipu oleh penampilan luar. Ia melihat apa yang tersembunyi. Saat tidak seorangpun mengetahui siapa diri Anda yang sebenarnya, Tuhan tahu. Jadi, mari hidup sebagai pribadi yang transparan dan otentik. Hiduplah dalam kebenaran, dan milikilah hati yang lembut dan mudah diajar.

Adaptasi dari:Apa Yang Terjadi Dengan Kuasa Tuhan; Michael L. Brown; Immanuel

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami