Satelit RI, Satu-Satunya Satelit yang Bisa Melihat Merapi

Satelit RI, Satu-Satunya Satelit yang Bisa Melihat Merapi

Lois Official Writer
3339

Satelit yang diluncurkan empat tahun lalu tepatnya 10 Januari 2007 merupakan satelit pertama RI. Satelit ini dikembangkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerjasama dengan Universitas Teknik Berlin. Satelit yang dinamakan Lapan-Tubsat itu berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan berdimensi 45 x 45 x 27 centimeter.

Lapan-Tubsat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia serta untuk misi komunikasi bergerak. Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub dan melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari.

Yang membanggakan, Lapan-Tubsat masih mengorbit. Ini di luar perkiraan. “Ini merupakan hal yang luar biasa bagi sebuah satelit mikro karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun,” kata Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Soewarto Hardhienata. Selama empat tahun, Lapan-Tubsat berjasa dengan videonya tentang pemantauan bencana, kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.

Salah satu prestasi Lapan-Tubsat adalah dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010. Saat satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi, Lapan-Tubsat dapat dengan jelas mengambil gunung Merapi. “Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan sehingga mampu ‘melirik’ dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi,” kata Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto.

Di tengah kemelut kasus Gayus dan kasus korupsi lainnya, ketika kita mungkin berpikir apakah masih ada kebanggaan sebagai rakyat Indonesia, kita melihat Indonesia mengukir prestasi di sisi lain. “Saya bangga menjadi warga Indonesia” itu yang harus kita terapkan dalam hati kita.

Sumber : vivanews/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami