Gereja Bawah Tanah di China Sudah Terang-Terangan

Gereja Bawah Tanah di China Sudah Terang-Terangan

Lois Official Writer
5884

Mereka menghadapi penangkapan, penganiayaan, sampai kematian untuk iman mereka. Tapi setelah 40 tahun lebih setelah Revolusi Kebudayaan, masyarakat Kristen China makin kuat dan membagikan iman mereka secara terang-terangan. Satu dari gereja bawah tanah yang terbesar di Beijing sudah memutuskan untuk berdiri secara terbuka.

Berdiri di beberapa blok dari bangunan pusat keuangan di Beijing, beberapa ratus umat Kristen berkumpul untuk menyembah Tuhan. “20 tahun yang lalu, kami bahkan tidak akan diijinkan untuk mendokumendasikan pertemuan kami. Tapi sekarang, China sudah berubah dan gereja juga berubah dengan sendirinya,” kata Jin Tian Ming.

Jin merupakan seorang pendeta di Gereja Shou Wang, satu dari gereja bawah tanah terbesar di Beijing. Ini pertama kalinya sejak dia mendirikan gerejanya 17 tahun yang lalu bahwa dia melayani ibadah dengan adanya kamera.

Beberapa tahun yang lalu, anggota gereja memutuskan untuk keluar dari persembunyian. Mereka menyewa tempat di sebuah bangunan katnor dan memulai pertemuan bersama di satu lokasi. “Kami merasa Tuhan memanggil gereja kami untuk menjadi kota di atas bukit, sebuah lampu di puncak gunung. Dengan melakukan ini, kami membuka diri,” kata Liu Guan, penatua dari Gereja Shou Wang.

Gereja mulai bertumbuh. Sekarang kurang lebih 1.000 orang menghadiri kebaktian hari minggu. “Dalam gereja saya, kami mengumpulkan banyak orang Kristen dimana mereka semuanya punya posisi di masyarakat umum,” kata Liu. “Mereka ingin menjadi saksi Kristus untuk masyarakat.”

Gereja mulai membagikan kasih ke komunitas, seperti memberikan makanan dan pakaian bagi mereka yang membutuhkan. Secara teknis, sebenarnya berkumpul bersama merupakan hal illegal karena gereja belum teregistrasi oleh pemerintah atau bukan bagian dari gereja yang sudah ditetapkan. Tapi pihak berwenang sudah mulai lunak. Tidak ada lagi gereja-gereja yang dibakar atau bahkan anggota gereja yang dianiaya.

Mari kita terus doakan. Meski pertumbuhan umat Kristen di China terus meningkat, mereka tetap memerlukan Tuhan. Biarlah mata rohani mereka terbuka untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Dan berdoa agar gereja di sana memberitakan terang Tuhan lebih nyata lagi.

Sumber : cbn/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami