Mukjizat Ditengah Kekurangan Fisik

Mukjizat Ditengah Kekurangan Fisik

agnes.faith Official Writer
6670

Efraim lahir dari seorang ibu yang ditinggalkan oleh ayahnya pada usia 3 tahun. Keadaan ekonomi yang sangat sulit mengharuskan ibunya meninggalkan Efraim dirumah adiknya untuk bisa bekerja. Walaupun berat namun ibunya harus melakukan itu. efraim sangat sedih ketika ibunya yang sangat ia sayangi harus meninggalkannya.

Berhari-hari bahakan berbulan-bulan Efraim ditinggalkan oleh ibunya. Pada suatu hari tanpa sepengetahuan mamanya, Efraim terserang penyakit cacar. Ia sangat kesakitan karena ternyata cacar itu timbul di matanya. Itulah puncak dari kesakitannya. Penyakit itu sampai menghancurkan biji kornea Efraim. Hal itu menyebabkan mata Efraim menjadi buta.

Dalam keadaan yang sangat memprihatinkan seperti itu tidak membuat tantenya menjadi kasihan pada Efraim. Justru ia sering ditinggalakan di kebun selama berhari-hari oleh tantenya. Bahkan yang lebih parah lagi, Efraim harus memakan makanan basi yang sudah berhari-hari karena tidak ada lagi makanan yang lain. kedinginan dan ketakutan ia rasakan saat itu. tidak ada yang menolongnya. Ia bertanya-tanya mengapa ia tidak dibawa oleh tantenya, mengapa ia merasakan penderitaan seperti ini, kapan ia akan mati supaya tidak ada lagi penderitaan.

Lalu pada suatu malam Efraim mendengar suara dari seseorang yang sangat ia kenal. Ia tahu bahwa itu suara ibunya. Pada saat ibunya mendapati Efraim, ibunya terkejut karena melihat keadaan anaknya. Perasaan ibunya pada saat itu menjadi kecewa dan sedih. Lalu ibunya tiba-tiba mempunyai keinginan untuk membunuh anaknya lalu bunuh diri karena ibunya merasa sudah tidak ada gunanya lagi mereka hidup.

Setelah lama ia berpikir, tiba-tiba satu suara yang sangat jelas berkata padanya: "Hai anak-Ku jangan kamu perbuat apa yang kamu rencanakan itu". Lalu ibunya menangis dan mengurungkan niatnya. Mulai dari saat itu ibunya tidak pernah meninggalkan Efraim lagi.

Setelah beberapa tahun berlalu, tiba-tiba ada seorang bapak mendatangi rumah mereka. Bapak itu mengajak Efraim untuk tinggal bersama mereka dan belajar musik. Ia mulai belajar bermain musik dan bergaul. Ia juga diajarkan bagaimana berdoa dan tentang Alkitab. Pendeta Frans Wongkar bapak itu. ia selalu memberi dukungan dan perhatian pada Efraim. Ia selalu berkata bahwa Efraim pasti bisa menjadi maju dan berkembang. Tuhan sangat sanggup untuk mengubah hidupnya. muncul suatu pengharapan dalam hati Efraim.

Akhirnya Efraim disekolahkan di sekolah luar biasa di Tentena. Ia termasuk anak yang pandai, bahkan ia berhasil menguasai bahasa braile dalam waktu 1 bulan. Setelah itu Efraim melanjutkan pendidikannya di Malang. Disanalah ia bertemu dengan istrinya. Dan setelah mereka menikah pada tahun 1991 mereka mulai melayani bersama. Mereka memiliki suatu kerendahan hati untuk melayani orang-orang yang tinggal di pembuangan sampah. Ia mampu menjadi terang bagi mereka yang terhilang. Dimana orang-orang hanya menganggap mereka orang buangan tetapi tidak bagi Efraim. Ia membuat suatu persekutuan yang indah dengan para pemulung ini.

Hidup Efraim menjadi berkat. Dengan segala keterbatasan dalam dirinya ia melayani Tuhan yang telah membuat segala sesuatunya menjadi baik dalam hidupnya. ia sekarang memiliki istri yang baik dan anak-anak yang akan selalu mendukungnya dalam segala hal. Ajaiblah Tuhan Yesus. (Kisah ini sudah ditayangkan 17 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di o Channel).

Sumber kesaksian:

Efraim

 

Sumber : V090525155900
Halaman :
1

Ikuti Kami