Konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia terutama di Timur Tengah yang mempunyai sejarah kelam khususnya terhadap penindasan kaum wanita ternyata menjadi motivasi tersendiri terhadap beberapa pemimpin dunia memandang masa depan perdamaian dunia yang hingga kini mulai meretas.
Pada pertemuan di balai kota dengan para pemimpin di ibukota Oman, Menlu AS Hillary Rodham Clinton, Rabu (12/1) menyatakan bahwa kaum wanita bisa menjadi kekuatan besar dalam menyakinkan para pemimpin Timur Tengah untuk menyetujui perjanjian perdamaian komprehensif Arab-Israel.
Hal ini mengacu pada analisanya terhadap peran wanita pada konflik di Irlandia Utara yang memberikan kontribusi resolusi dan mengisyaratkan bahwa pertemuan antara wanita Israel dan Arab bisa memberikan dorongan serupa bagi perdamaian. “Kaum wanita memainkan peran besar dalam mendorong para politisi menemukan solusi, dan tidak akan ada perpecahan bila orang-orang pada kedua belah pihak sama mengalami penderitaan.” Ujarnya.
Istri dari mantan presiden Bill Clinton ini juga mengatakan bahwa kegagalan mengatasi keprihatinan dan aspirasi wanita Timur Tengah dan pemuda bisa berdampak besar. Komentarnya pada persinggahan ketiganya lawatan keliling empat negara ke Teluk Parsi dikeluarkan disaat kerusuhan di antara pemuda tak terjangkau dan pengangguran.
Sumber : analisa/dptIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!