Akan Tersedia Hunian Sementara bagi Pengungsi Merapi

Akan Tersedia Hunian Sementara bagi Pengungsi Merapi

Lois Official Writer
2429

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta hari Senin (22/11) meresmikan pembangunan hunian sementara bagi kroban letusan gunung Merapi yang rumahnya hancur diterjang awan panas dan material vulkanik lainnya. Pembangunan untuk tahap pertama akan berjumlah 300 unit, semuanya merupakan sumbangan dari Posko Kemanusiaan Jenggala.

Tiap unit hunian sementara atau yang juga disebut shelter akan dibangun dengan harga antara enam hingga tujuh juta rupiah, dengan luas bangunan 36 meter persegi, lantai semen, dinding bamboo, tiang utama bamboo, dan atap seng. Tiap unit terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang keluarga, dilengkapi dengan sarana mandi cuci kakus dan enam titik lampu.

Shelter yang dibangun ini akan berjumlah 2.526 unit dan akan dibangun secepatnya agar pengungsi bisa segera meninggalkan tempat-tempat pengungsian dan menata kembali kehidupannya. “Tiga ratus tahap pertama ini akan diselesaikan dalam waktu tiga minggu sampai satu bulan. Tapi tidak bisa kita pasang di 12 kilometer karena belum boleh naik, karena batasnya 15 kilometer. Jadi mereka kita tumpuk di workshop ini dulu potongannya, begitu dinyatakan aman, tinggal diangkut pakai truk lalu dipasang,” ungkap Sri Sultan.

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan membangun 87 unit rumah hunian sementara. Bupati Sleman Sri Purnomo mengharapkan, kawasan hunian sementara ini harus tetap memelihara kualitas lingkungan hidup dan sosial penghuninya. “Kami menghendaki masyarakat yang berada di shelter itu standar kesehatan terpenuhi, standar privasinya terjaga karena masing-masing pendonor punya criteria yang dianggap paling baik, jangan sampai nanti timbul kesenjangan,” kata Sri Purnomo.

Namun Ketua Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Syamsul Maarif mengingatkan bahwa korban letusan Merapi ini jangan sampai mengurangi kewaspadaan terhadap kondisi Merapi yang masih berbahaya.

Sumber : voanews/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami