Banyak Maling Sumbangan Bertebaran Di Pengungsian

Banyak Maling Sumbangan Bertebaran Di Pengungsian

daniel.tanamal Official Writer
1924

Penderitaan yang dialami oleh para warga yang menjadi korban bencana meletusnya Merapi justru dimanfaatkan oleh beberapa oknum jahat dan berperilaku tidak terpuji di antara belasan ribu korban letusan Merapi di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta.

Banyak barang-barang sumbangan  dan bantuan yang diperuntukan oleh pengungsi hilang dan lenyap dicuri oleh beberapa oknum yang mengaku sebagai pengungsi. Mereka berpura-pura meminta jatah pengungsi yang telah dikelompokan. Dan disaat lengahnya pengawasan, bantuan logistik itu pun raib tak berbekas.

Ranto, seorang relawan yang bertugas di pengungsian ini menceritakan bahwa oknum ini sangat pintar memanfaatkan situasi dan cepat menghilang ditengah kerumunan pengungsi. “Namanya juga maling, ya cepat mencurinya. Mungkin ngumpet juga diantara pengungsi,” katanya kepada Jawaban.com

Kasus tak terpuji ini dinilai karena kurangnya tenaga relawan yang menjaga sumbangan bantuan logistik yang memenuhi stadion itu. Pantauan Jawaban.com melihat banyak paket-paket tersebut yang masih ditempatkan di areal tak terlindungi, sehingga siapa saja dapat mengambil dan membuka paket sumbangan tersebut.

Seorang relawan yang berjaga di posko logistik Maguwoharjo, Handi, mengatakan bahwa memang ada oknum yang sengaja melakukan hal tersebut untuk keuntungan pribadi, bahkan penadah untuk barang-barang bantuan ini pun diketahui. “Pencurian ini saling bekerjasama, ada yang mengambil, ada juga yang menadah. Maklum tenaga relwannya kurang,” ujarnya.

Inilah fakta yang terjadi ketika ketidakpedulian dan keuntungan pribadi mengalahkan rasa kasih juga toleransi terhadap sesama. Atau mungkin kita pun sering “mencuri” berkat dan waktu berharga yang Tuhan berikan sehingga kita pun sering gagal menerima dan memberi berkat itu.

Sumber : Jawaban.com/dpt

Ikuti Kami