Gulungan Kitab Laut Mati Akan Ditampilkan Online!

Gulungan Kitab Laut Mati Akan Ditampilkan Online!

Lois Official Writer
4248

Aplikasi terbaru pada abad ke-21 ini membuat teknologi bisa membawa keajaiban dari abad pertama, menurut Israel Antiquites Authority (IAA) dan Google. Mereka mengumumkan bahwa mereka akan merilis Gulungan Kitab Laut Mati secara digital dan keseluruhan koleksi dapat dilihat secara online.

Direktur Utama IAA Shuka Dorfman menyebut proyek ini tonggak yang akan meningkatkan pembelajaran Alkitab dan pengertian masyarakat mengenai agama Yahudi dan Kristen mula-mula. “Kami telah berhasil mengembangkan pikiran terbaik dan teknologi untuk menyediakan harta karun kultur yang tidak bernilai ini, dimana merupakan harta kita semua, sehingga masyarakat umum, dengan satu klik mouse, dapat mengakses sejarah dengan sepenuhnya,” kata Dorfman.

Dibuat dari 30.000 fragmen dari 900 naskah, Gulungan Kitab Laut Mati ini dianggap oleh para ahli sejarah sebagai salah satu yang paling penting penemuan yang pernah ada. Naskah kuno yang dibuat dari kulit, papyrus, dan tembaga pertama kali ditemukan tahun 1947 oleh seorang penggembala yang tinggal nomaden di gua dekat Laut Mati. Bertahun-tahun sesudahnya, banyak gulungan naskah lainnya ditemukan kemudian.

Dengan usia lebih dari 2.000 tahun lamanya, gulungan itu menceritakan detail perkembangan agama Yahudi selama periode Hellenistic dan hubungan antara Kristen mula-mula dan tradisi agama penduduk Yahudi. Untuk itulah, proyek ini dijalankan, untuk mengabadikan ribuan gulungan dalam satu database.

“ini adalah gambaran penuh yang bisa Anda dapatkan,” jelas manajer proyek IAA Phina Shor, ketika dia menunjukkan contoh gambarannya. “Hal ini mempresentasikan fotokopi yang sah dari gulungan, dan ketika sudah online, tidak diperlukan lagi menunjukkan gulungan aslinya.”

Keseluruhan gulungan kitab itu sendiri sebenarnya sudah pernah dibuat replikanya di tahun 1950, tapi akses untuk foto dan dokumen itu sendiri terbatas. Hanya ada empat konservatif yang diperbolehkan untuk memegang fragmen tersebut dan dibatasi berapa lama waktu mereka bisa mempelajari gulungan itu.

Google dengan mesin pencarinya yang luar biasa dan pelayanan penerjemahan akan membantu membuat katalog dari material tersebut, tapi menurut mereka proyek ini murni proyek non profit dan tidak ekslusif. Jadi, proyek ini nantinya benar-benar dapat dilihat oleh semua orang secara online, dengan tampilan dan pendekatan yang baru.

IAA sudah menyalurkan dana sebesar $3.5 juga untuk mendanai proyek ini dan manajer proyek sendiri mengatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, gambar pertama akan dirilis.

Sumber : cnn/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami