Rabbi Datangi Mesjid Tepi Barat untuk Rekonsiliasi

Rabbi Datangi Mesjid Tepi Barat untuk Rekonsiliasi

Lois Official Writer
2564

Enam orang rabbi dari pemukiman Yahudi di Tepi Barat kemarin melangkah maju dalam mengatasi ketegangan serangan pembakaran sebuah mesjid di Tepi Barat, yang tampaknya dilakukan oleh ekstrimis pemukim. Mereka menghadiahkan 20 kitab suci Al Quran yang baru untuk menggantikan yang hancur dalam kebakaran.

Selama kunjungan para rabbi ke mesjid di desa Beit Fajjar, warga Palestina membeberkan halaman-halaman dari kitab Quran yang dibakar. Mesjid itu sendiri kondisinya tidak rusak parah. Kelihatan sekali, warga Palestina dan Israel bersatu padu, bersama-sama mengutuk pembakaran itu.

Tampaknya tindakan terbaru itu dalam satu kampanye bahwa ekstrimis pemukim Yahudi menyerukan ‘harga mati’ sebagai respon mereka atas langkah pemerintah Israel untuk menghapus pos-pos pemukiman yang tidak valid dan langkah lainnya yang serupa. Para penyerang bahkan meninggalkan tulisan dalam slogan-slogan bahasa Ibrani di dinding mesjid, termasuk kata ‘balas dendam’.

Politisi Israel memang bergegas mengutuk serangan yang terjadi pada Senin (4/10) lalu itu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan keamanan untuk ‘bertindak tegas’ menyeret pelaku pembakaran. Menteri Pertahanan Ehud Barak menggambarkannya sebagai ‘tindakan memalukan’.

Aksi serangan itu muncul ketika Israel, Palestina, dan negoisator Amerika Serikat mencoba untuk berunding damai dengan bekerja penuh untuk kesepakatan atas pembangunan pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Menanggapi hal ini, Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyatakan tidak akan melanjutkan perundingan yang dimulai bulan lalu tersebut jika Israel tidak melansir penghentian baru pembangunan pemukiman. Israel menolak, namun meskipun begitu Netanyahu telah memohon kepada Abbas untuk tetap dapat bernegosiasi.

Rabbi Menachem Froman dari Tekoah, dekat pemukiman, memimpin kunjungan rekonsiliasi pada Selasa siang itu (5/10), mengatakan bahwa siapa yang berkomitmen menyerang berarti ‘melawan perdamaian’. Froman bilang ini adalah kunjungan ketiga ke sebuah mesjid di Tepi Barat yang rusak akibat serangan pembakaran yang dilakukan oleh para pemukim Israel.

Sumber : tempointeraktif/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami