SBY Minta Cek Senjata di Gudang TNI dan Polri

Nasional / 24 September 2010

Kalangan Sendiri

SBY Minta Cek Senjata di Gudang TNI dan Polri

Lois Official Writer
2400

Pasca serangan berdarah oleh kelompok bersenjata ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menggunakan beberapa senjata militer, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Panglima TNI dan Kepala Kepolisian Negara RI agar melakukan pengecekan gudang-gudang satuan TNI dan Polri dari yang terbesar sampai terkecil.

“Jadi, dalam rapat politik, hukum, dan keamanan (polhukam) 22 September 2010, Presiden menegaskan kembali agar dilakukan pemeriksaan sampai di gudang-gudang TNI dan Polri di kesatuan yang terkecil. Senjata itu harus dikontrol dan dikendalikan sampai satu butir peluru yang keluar,” tandas Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi kepada Kompas di ruang kerjanya Kamis (23/9).

Menurut Sudi, dengan pengecekan kembali peralatan, senjata, serta amunisi militer dan polisi, keberadaan senjata, amunisi, serta peralatan militer dan polisi dapat selalu terkontrol dan dikendalikan. Adapun rapat polhukam itu diselenggarakan di Kantor Presiden dan menghadirkan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso beserta tiga Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Mensesneg, dan Wakil Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Mapolsek Hamparan Perak diserang kelompok bersenjata yang melibatkan 15 orang dengan menggunakan enam motor yang menewaskan tiga anggota Polri di mapolsek tersebut. Para penyerang menggunakan senjata panjang militer jenis AK-47, M-16, dan SS-1.

Sudi mengatakan, ada kemungkinan senjata yang digunakan kelompok bersenjata itu dari luar TNI atau Polri, mengingat jenis senjata yang ada, khususnya AK-47 sudah lama tidak digunakan lagi oleh TNI dan Polri sejak tahun 1965. “Kalau jenis senjata M-16 dan SS-1 mungkin saja ada yang diekspor atau bagaimana. Akan tetapi, nanti akan bisa ketahuan dari mana asal usul senjata itu jika sudah tertangkap dan pegang bukti karena kan ada registernya dari mana,” katanya. Namun Sudi berharap senjata-senjata tersebut bukan berasal dari TNI.

Sumber : kompas/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami