Jika Tak Suka Pluralisme, Orang itu anti-Ibu Kota

Nasional / 30 August 2010

Kalangan Sendiri

Jika Tak Suka Pluralisme, Orang itu anti-Ibu Kota

Budhi Marpaung Official Writer
2525

Di hadapan ratusan pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Balai Agung Jakarta, Minggu (29/8) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan bahwa Jakarta adalah Ibu Kota negara yang memiliki penduduk yang majemuk. Kemajemukan itu haruslah dijadikan aset Jakarta.

Pria yang kerap disapa dengan sebutan Bang Foke itu bahkan dengan tegas mengatakan jika ada orang, kelompok, atau pihak yang tidak suka dengan pluralisme dan kemajemukan Jakarta berarti orang tersebut anti-Ibu Kota.

“Kalau ada orang, kelompok, atau pihak manapun tidak suka dengan plularisme dan kemajemukan Jakarta berarti orang itu anti-Ibu Kota. Atau tidak memahami Jakarta sebagai tempat tinggalnya,” ujar Foke.

Menurut Foke, Jakarta adalah barometer dan kebanggaan bangsa Indonesia sehingga jika ada yang tidak suka dengan keberagaman warga Ibu Kota maka ia atau mereka tidak memahami Jakarta sesungguhnya.

"Di Jakarta tidak bisa hanya dihuni kelompok tertentu, suku tertentu, agama tertentu, dan golongan tertentu. Hidup di Ibu Kota harus didasari kebersamaan, bukan permusuhan. Apalagi ada yang mempersoalkan perbedaan, kelompok, itu jelas tidak memahami Jakarta sesungguhnya," jelasnya.

Kehadiran Fauzi Bowo kemarin di Balai Agung Jakarta adalah untuk memberikan pengarahan sekaligus menghadiri acara pembukaan Sidang Wilayah VI PGI Wilayah DKI Jakarta.

Semoga seruan ini didengar oleh seluruh masyarakat DKI Jakarta sehingga kekerasan atas dasar agama tidak terjadi lagi di kemudian hari.

 

Sumber : metrotvnews
Halaman :
1

Ikuti Kami