Sungai Yordan Tidak Aman Untuk Babtisan

Sungai Yordan Tidak Aman Untuk Babtisan

Lestari99 Official Writer
3399

Sungai Yordan, dimana Yesus Kristus dikatakan telah dibabtis sekitar dua ribu tahun yang lalu, dianggap sudah sangat tercemar. Hal ini disampaikan oleh sebuah kelompok lingkungan hidup memperingati mereka yang melakukan upacara-upacara pembabtisan yang dilakukan saat-saat ini.

Gidon Bromberg dari Friends of the Earth Middle East mengatakan limbah yang dibiarkan begitu saja, dampak dari pertanian, air garam dan limbah ikan kolam telah membuat Sungai Yordan tidak aman bagi manusia.

Bromberg menjelaskan lebih lanjut bahwa sembilan puluh delapan persen dari air segar Sungai Yordan telah diselewengkan oleh Israel, Suriah dan Yordania.

Friends of the Earth telah meminta pemerintah daerah untuk menghentikan pembabtisan di bagian dangkal Sungai Yordan sampai standar kualitas air bagi kegiatan pariwisata telah terpenuhi.

Sebuah situs di Israel, yang dikenal dengan nama Qasar al-Yahud, telah menarik lebih dari dua juta umat Kristen setiap tahunnya. Dan ribuan dari mereka mengunjungi situs kudus tersebut untuk dibabtis.

Friends of the Earth mengatakan bahwa tingkat bakteri coliform yang tinggi dari kotoran yang terdapat di sungai telah membuat Sungai Yordan tidak aman untuk mandi. Namun air yang telah diujicoba oleh Eli Dror dari otoritas alam dan taman Israel, dan dirilis minggu lalu menunjukkan hasil yang sebaliknya.

“Sama sekali tidak ada masalah dengan kualitas airnya,” ujar Dror kepada Reuters. “Orang bisa datang dan membabtiskan diri mereka di sini sebanyak yang mereka inginkan; saya menjamin hal itu.”

Sementara Menteri Pariwisata Stas Misezhnikov mengatakan dia senang bahwa para wisatawan bisa terus mengunjungi dan menggunakan situs tersebut dengan aman.

Kementerian Pariwisata Israel telah menginvestasikan jutaan dolar baru-baru ini untuk merenovasi situs tersebut yang terletak di daerah militer tertutup dekat Tepi Barat kota Yerikho.

Di sungai inilah dua ribu tahun yang lalu Yohanes Pembabis dikatakan telah membabtiskan Yesus Kristus dan para pengikutnya.

Sumber : christianpost.com

Ikuti Kami