Majalah Tempo Raib, Tutupi Aib?

Majalah Tempo Raib, Tutupi Aib?

Lestari99 Official Writer
6132

Majalah Tempo edisi bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi" langka dari peredaran. Senin kemarin Tempo edisi 28 Juni - 4 Juli mendadak hilang dari peredaran karena diborong oleh terduga oknum polisi. Anggota polisi berinisial BA memborong Tempo dengan mengendarai mobil polisi bernopol 71290-VII bertuliskan Polsek Sawah Besar, di Sentra Bursa Media, Jakarta Pusat.  

Bukan hanya oknum polisi yang memborong majalah Tempo. Seorang pria berpistol dan berkendara bajaj juga ikut memborong 1.200 eksemplar majalah tersebut.

"Orangnya pakai kaos dan celana jeans, tapi waktu jongkok kelihatan  pistolnya," kata seorang loper kios koran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (28/6/2010).

Direktur Produksi Majalah Tempo Toriq Hadad menyesalkan adanya pemborongan dari institusi yang diduga Polri. Karena, sebagian pelanggan atau pengecer tidak bisa mendapatkan majalah Tempo. Dirinya memang mendapat laporan dari bagian sirkulasi sejak kemarin pagi ada sejumlah orang yang datang dan memborong majalah.

"Tapi tanpa menyebut instansi polisi. Bukan berseragam coklat yang memborong. Barangkali yang terkait dugaan pemberitaan kita tentang rekening fantastis jenderal polisi," jelasnya.

Menurut Toriq, berita ini justru bukan berita gembira bagi Tempo. Dengan adanya pemborongan ini, pesan dalam berita tersebut yang seharusnya sudah sampai ke pembaca, malah justru tersendat.

"Tujuan kami menyebarkan berita ini mudah-mudahan bisa mendapatkan koreksi dan membantu pimpinan Polri," ungkapnya.

Pimred Majalah Tempo, Wahyu Muryadi memastikan Tempo akan mencetak ulang 150 ribu eksemplar dan melemparnya ke pasaran hari ini (29/06).

Namun sampai hari ini pemborongan masih terjadi. Agen koran dan majalah di kawasan Pasar Pondok Gede, Elin, mengatakan stok terbaru yang datang pagi ini sudah ludes di borong. "Tadi pagi masih datang lagi (stok Tempo) dari agen besar Pasar Senen. Ada 10. Tapi langsung diborong sama orang tadi ke sini," katanya.

Elin mengatakan, pemborong 10 majalah Tempo itu seorang laki-laki berperawakan tegap. Namun dia tidak tahu apakah pria berusia sekitar 30-an itu anggota Polri atau bukan. "Ya pakai pakaian biasa saja. Nanya majalah Tempo. Di sini ada 10, langsung dia bayarin semuanya. Enggak tahu buat apa," katanya.

Namun di Sentra Bursa Media di Jl Budi Utomo, Jakarta Pusat, tampak tumpukan ratusan majalah Tempo yang dikeluarkan pada Senin (28/6/2010) kemarin.

"Belum, belum ada yang borong lagi," ujar salah seorang penjual di lokasi, Selasa (29/6/2010).

Beberapa pengecer juga tampak tengah mengambil majalah tersebut untuk dijual kembali. "Iya baru hari ini dapat. Saya ambil 50," ujar salah seorang loper majalah, Wawan, sambil mengangkut majalah Tempo ke motornya.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami