Perawatan Gigi Gratis Untuk Anak Miskin Di Yerusalem

Internasional / 26 May 2010

Kalangan Sendiri

Perawatan Gigi Gratis Untuk Anak Miskin Di Yerusalem

Daniel Official Writer
2319

Para dokter gigi Kristen dari seluruh dunia berpartisipasi dalam sebuah proyek unik di Yerusalem, yaitu proyek untuk memberikan senyuman di wajah anak-anak di beberapa kota membutuhkan. Bagi 200.000 anak yang hidup di bawah garis kemiskinan di Yerusalem, perawatan gigi adalah sesuatu yang dianggap mewah. Para relawan ingin mematahkan lingkaran kemiskinan dengan memberikan perawatan gigi gratis dan pendidikan untuk anak-anak miskin di Yerusalem.

"Sejak tahun 1980 hingga saat ini kami telah mengambil anak-anak Yahudi dan Palestina, imigran Ethiopia, imigran Rusia dan imigran Perancis, yang hidup di bawah garis kemiskinan," kata Michelle Levin kepada  Dental Volunteers of Israel (DVI).

Levin mengatakan klinik ini merawat hampir 4.000 anak  per tahun dan sepenuhnya gratis kepada pasien maupun keluarga mereka.

"Satu-satunya pembayaran yang kami minta adalah agar mereka mengikuti program pendidikan kesehatan mulut," tambahnya. "Setiap enam bulan, mereka harus mengikuti pelajaran dan kursus lagi dengan ahli kesehatan, jadi ini merupakan kursus yang sedikit berbeda. Dan mereka diharuskan membawa sikat gigi mereka sendiri."

Sekitar 150 dokter gigi dari luar negeri menjadi relawan di klinik ini setiap tahun, termasuk Liisa Weckstrom dari Christian Dental Society di Finlandia.

"Ada dua alasan," kata Weckstrom. "Saya adalah seorang dokter gigi, saya mencintai pekerjaan saya dan saya juga mencintai orang Israel."

Dr Bob Leibler, ketua Christian Dental Society di AS mengatakan ia tidak memiliki kesulitan berkomunikasi dengan pasiennya yang masih muda.

"Anak-anak tetaplah anak-anak," kata Leiber. "Tidak masalah dari mana mereka berasal. Ketika Anda bekerja pada anak-anak, Anda harus berbicara dengan bahasa anak-anak. Menepuk bahu mereka, meyakinkan mereka, tanyakan apa nama depan mereka. Anda hanya mencoba untuk membuat mereka sedikit santai."

Dan pasien menjadi lebih puas. Seperti orang tua dari Sarah Wang, dia mengatakan,  "Saya pertama kali mendengar tentang klinik dari dinas sosial, pelayanan sosial. Saya tidak mampu untuk pergi ke klinik tanpa harus membayar banyak uang. Dan mereka memberitahu saya tentang DVI, yang gratis dan ini sangat membantu karena saya seorang ibu tunggal dan sekarang saya tidak bekerja dan anak saya benar-benar membutuhkan perawatan gigi."

Wang putra Uriel (7), giginya pernah ditambal di sebuah klinik swasta dua tahun lalu. Saat itu biayanya mahal dan sejak itu Wang tidak mendapatkan perawatan.

"Ini melegakan," tambah Wang. "Ini adalah sebuah berkat, itu banyak membantu dan saya senang. Kalau tidak, saya tidak tahu apa yang akan  saya lakukan. Saya benar-benar tidak tahu."

Sumber : cbn.com/dan
Halaman :
1

Ikuti Kami