Laura Bush: Pernikahan Homoseksual dan Aborsi Seharusnya Dilegalkan

Internasional / 16 May 2010

Kalangan Sendiri

Laura Bush: Pernikahan Homoseksual dan Aborsi Seharusnya Dilegalkan

Budhi Marpaung Official Writer
4721

Mantan ibu negara Amerika Serikat (AS), Laura Bush mengungkapkan dalam sebuah wawancara beberapa hari lalu bahwa dia mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis dan aborsi.

Seperti dilansir Christianpost, Kamis (13/5), Laura mengatakan dia memiliki pandang berbeda dengan suaminya, George W. Bush, yang dikenal atas sikap perlawanannya terhadap pernikahan homoseksual dan aborsi.

"Ada banyak orang yang mengalami kesulitan untuk menikah karena mereka melihat pernikahan secara tradisional, yakni antara seorang pria dan seorang wanita," katanya dalam wawancara sebuah stasiun televisi di negara Paman Sam tersebut. "Tapi saya tahu begitupun dengan Anda bahwa ketika pasangan berkomitmen satu sama lain dan saling mencintai, mereka seharusnya diberi hak-hak yang sama."

Pada kesempatan yang sama, Laura Bush menyatakan bisa menerima pernikahan kelompok homoseksual dan dia percaya tidak lama lagi negara yang pernah dipimpin oleh suami tercinta akan melegalkan pernikahan sesama jenis.

"Saya telah berbicara dengan George mengenai pernikahan kelompok homoseksual yang tidak membuat masalah yang signifikan dalam kampanye presiden tahun 2004,” ujar Laura. "Saya suka mengingatkan dia bahwa disekitar kami ada sejumlah teman dekat yang ternyata adalah seorang homoseksual atau anaknya adalah seorang pecinta sesama jenis."

Tetapi karena alasan politik, demi mendukung sang suami yang ketika itu menjabat kepala negara AS, pendapat pribadinya pada masalah seperti itu tidak diungkapkan ke luar. Saat ia terjun ke masyarakat, ia mengadopsi sikap suaminya.

Laura Bush juga mengatakan dia tidak setuju dengan suaminya tentang Roe v. Wade, keputusan bersejarah oleh Mahkamah Agung AS yang melegalkan orang melakukan aborsi.

"Saya kira ada baiknya bahwa hukum tersebut diberlakukan tetap karena hal itu penting bagi manusia, demi alasan kesehatan dan alasan lainnya," kata mantan ibu negara AS tersebut.

Sementara saat masih berkantor di Gedung Putih, Presiden Bush merupakan pengecam kegiatan aborsi. Salah satu tindakan pertamanya saat menjabat orang nomor satu di negara adidaya tersebut yakni mengembalikan kebijakan Mexico City, yakni melarang dana federal untuk dialirkan kepada organisasi-organisasi luar negeri yang mempromosikan atau melakukan aborsi.

Saat ini sudah ada lima negara bagian AS yang melegalkan perkawinan sesama jenis, yakni Connecticut, Iowa, Massachusetts, New Hampshire, dan Vermont. Rencananya, pada Desember 2010 mendatang, distrik federal Washington DC akan mengikuti langkah kelima negara bagian AS yang telah terlebih dahulu mengizinkan pasangan homoseksual menikah.

Sumber : christianpost
Halaman :
1

Ikuti Kami