Hidup Tanpa Hidung dan Telinga

Nasional / 23 March 2010

Kalangan Sendiri

Hidup Tanpa Hidung dan Telinga

Lois Official Writer
4652

"Ketika mereka memotong hidung dan telinga saya, saya pingsan," kata perempuan 19 tahun ini, Bibi Aisha di Afghanistan berkata dengan gemetar. Meskipun begitu, kecantikannya masih terlihat dan semangatnya memberikan inspirasi ketika dia bercerita tentang kisah hidupnya.

Kisah ini dimulai ketika dia berumur 8 tahun. Ayahnya menjanjikan sebuah pernikahan kepada keluarga lain yang disebut sebagai ‘baad'. ‘Baad' di Pashtunwali, hukum Pashtuns, adalah cara untuk mengakhiri perdebatan antar keluarga.

Pada umur 16, dia diberikan kepada sang mertua dan ke sepuluh saudara sang suami, yang disebutkan sebagai anggota dari Taliban di propinsi Oruzgan. Aisha bahkan belum bertemu dengan suaminya karena dia sedang berperang di Pakistan.

Tidak tahan disiksa dan diperlakukan buruk, dia memutuskan untuk lari. Dua tetangga wanita menjanjikan akan membantu dia ke provinsi Kandahar. Ternyata, sesampai di sana, mereka mencoba menjualnya kepada seorang pria.

Ketiga wanita tersebut akhirnya ditangkap oleh polisi dan dipenjara. Walaupun melarikan diri bukanlah suatu kejahatan, tapi bila Anda seorang wanita di Afghanistan yang melarikan diri, maka Anda melakukan kejahatan.

Ketika masa tahanannya selama lima bulan sudah berakhir, dia dibawa pulang kembali oleh ayah mertuanya. Saat itulah pertama kalinya dia bertemu dengan suaminya. Kemudian suaminya membawanya ke pengadilan Taliban karena dia dianggap tidak menghormati dan membuat mereka malu. Pengadilan memutuskan untuk memotong hidung dan telinganya dan melemparkannya ke gunung Oruzgan. Namun dia selamat.

Dengan bantuan American Provincial Reconstruction Team di Oruzgan dan organisasi Women for Afghan Women (WAW), akhirnya dia mendapatkan pertolongan dan perlindungan. Sekarang, ada waktu dimana Aisha masih bisa tertawa.

Kiranya jutaan wanita di Afghanistan dapat diselamatkan dan tidak mengalami hal-hal yang begitu menakutkan, seperti apa yang dialami oleh Aisha.

Sumber : cnn/lh3
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?