Pentagon Kaji Ulang Larangan Gay

Nasional / 3 February 2010

Kalangan Sendiri

Pentagon Kaji Ulang Larangan Gay

Tammy Official Writer
3256
Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, akan berbicara di depan panel Senat AS mengenai rencana pencabutan pelarangan, sekaligus menentukan langkah sementara guna meredam kebijakan yang biasa dikenal di kalangan militer AS sebagai "Don't Ask, Don't Tell." Gates akan mengatur beberapa ketentuan, agar hukum yang mendukung pelarangan tersebut dapat diaplikasikan dengan adil. Pengkajian yang akan berlangsung selama satu tahun tersebut, memasukkan tata cara pencabutan pelarangan kaum gay yang ingin mengabdi kepada negaranya.

Robert Gates bersama Pimpinan Militer Gabung AS, Laksamana Michael Mullen, memperingatkan senat akan rencana untuk mengintegrasikan kaum gay dan lesbian dalam militer AS ini yang dapat memakan waktu 1 tahun. Sebelumnya, kebijakan "Don't Ask, Don't Tell" yang dikeluarkan pemerintah AS pada tahun 1993 lalu menyebutkan bahwa jika ada anggota militer AS yang memang gay maka diharuskan menyembunyikan orientasi seks mereka atau diancam keluar dari dinas kemiliteran AS.

Dan selanjutnya melalui pengkajian ulang ini, nantinya akan menentukan apakah anggota militer AS yang gay akan menghadapi pembatasan mengungkapkan orientasi seksual mereka saat bertugas, dan sekaligus juga menentukan apakah Pentagon akan memberikan kompensasi kepada pasangan jika mereka tewas dalam tugas. Pengkajian baru tersebut juga akan menentukan apakah personel militer yang gay akan berbagi tempat tinggal dengan personel militer yang orientasi seksnya normal.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) memang sedang mendapat kemajuan recognition di berbagai bidang. Mereka sudah lebih diterima dan hak-hak legalnya pun lebih diperhatikan. Untuk di Indonesia sendiri, hal-hal yang berhubungan dengan kaum LGBT belumlah diperhatikan, mungkin mengingat banyak permasalahan negeri ini ditambah lagi kaum LGBT di Indonesia tidaklah sebegitu terbukanya seperti di negara-negara barat atau maju lainnya.

Sumber : okezone.com
Halaman :
1

Ikuti Kami