Nikmatnya Bandeng Mbak Mar Di Solo

Entertainment / 30 January 2010

Kalangan Sendiri

Nikmatnya Bandeng Mbak Mar Di Solo

Lestari99 Official Writer
7034

Jika Anda sedang melewati Jalan Gajah Mada No. 152 di dekat stasiun Balapan Solo pada malam hari, cobalah untuk berjalan secara perlahan-lahan. Maka aroma bandeng segar goreng yang khas pasti akan mengusik hidung Anda. Aroma lezat itu berasal dari warung makan Bandeng Mbak Mar yang memang menyediakan bandeng segar goreng sebagai menu utamanya. Jangan sungkan untuk mencicipinya, dan Anda akan terkejut dengan gurihnya bandeng segar yang telah diolah sedemikian rupa oleh Bu Sumarti, pemilik sekaligus pengelola warung lesehan ini.

Suasana warung ini khas konsep warung makan tradisional Jawa. Mbak Mar duduk du bagian depan warung, di belakang hamparan bandeng segar siap goreng dibarengi dengan menu lainnya, ditambah setumpuk lalap mentah yang menggugah selera. Pengunjung bisa memilih sendiri bandeng segar setengah matang yang akan disantap. Tidak sampai 20 menit, pesanan sudah matang diantar bersama nasi putih dan sepiring lalap mentah plus sambal terasi yang menggoda.

Bandeng segar goreng olahan Mbak Mar memang istimewa, bukan dalam bentuk presto sehingga dagingnya tidak setengah hancur serta citarasa bandeng yang khas tetap bertahan. Gurih daging bandeng berbumbu sangat pas dan cocok sebagai lauk nasi putih yang empuk dan pulen dengan lalap mentah dan sambal terasi. Warung bandeng ini mulai dibuka pukul 18.00 petang dan tutup menjelang pukul 23.00. Warung ini tak pernah sepi didatangi pengunjung, apalagi pada malam minggu.

Di luar bandeng segar yang menjadi menu utamanya, Mbak Mar sebenarnya juga menyediakan menu lain, seperti beragam ikan air tawar dari gurame, nila, lele sampai ikan laut semacam tongkol, baronang dan cumi-cumi. Tidak ketinggalan juga ayam dan bebek goreng. Semua menu lain sebenarnya tidak kalah memanjakan lidah karena dimasak seorang koki tradisional yang berhasil mengolah bandeng yang biasa-biasa menjadi sajian istimewa.

Untuk resep citarasa gurihnya, Mbak Mar hanya menjawab kalau bumbunya biasa saja. Garam, bawang putih dan penyedap sebagaimana umumnya ibu-ibu membumbui bandeng di dapur. Tapi bagaimana Mbak Mar meraciknya tentu saja menjadi rahasia yang hanya dia sendiri yang tahu.

Bagi pengunjung sendiri, hal itu tidaklah penting. Yang jelas hanya dengan merogoh dompet sekitar Rp50.000, sebuah keluaga kecil dengan dua anak sudah dapat menikmati dua ekor bandeng segar goreng, empat piring nasi putih lengkap dengan lalap mentah dan sambal terasi serta empat gelas es jeruk. Dijamin kenyang dan memuaskan.

Sumber : agromedia
Halaman :
1

Ikuti Kami