Menikah Dan Melahirkan Menyelamatkan Hutan Masa Depan

Menikah Dan Melahirkan Menyelamatkan Hutan Masa Depan

Lestari99 Official Writer
2736

Nusa Tenggara Barat sampai saat ini masih menjadi salah satu provinsi yang kaya akan kekayaan alamnya. Namun sayang, tetap saja kerusakan lahan yang dialaminya saat ini telah mencapai 26 persen dari seluruh total daratan di NTB. Menghadapi hal itu, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggalakkan program menyerahkan dua bibit pohon bagi pasangan yang akan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Program penyerahan bibit ini sebenarnya telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Bupati Lombok Timur, Sukiman A bahkan mengatakan, pada awal pelaksanaannya program tersebut berjalan dengan sukses namun lama-kelamaan mulai dilupakan.

"Kita harus kembali menggalakkan program itu," ucap beliau saat peluncuran program Hutan Lestari di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Selain dua bibit pohon bagi setiap pasangan yang akan menikah, Pemda NTB juga akan menjalankan program menanam satu pohon bagi ibu yang melahirkan.

"Setiap bayi yang baru lahir, orangtuanya harus menanam satu pohon Sukun atau Mahoni. Lima sampai sepuluh tahun mendatang, pohon tersebut bisa dipakai untuk biaya sekolah anak," jelas Bupati yang bijaksana tersebut.

Sejauh ini Pemda NTB telah menerima 200 kg bibit pohon Trembesi yang bisa menghasilkan ratusan ribu pohon. Setelah itu, Pemda akan membagikan satu bibit Trembesi kepada setiap siswa dari tingkat SD sampai SMU di Lombok Timur.

"Di Lombok Timur sendiri ada sekitar 200 ribu anak sekolah. Jadi sekitar 200 ribu pohon akan hidup di masa depan," ujarnya dengan optimis.

Kalau setiap daerah melakukan program yang sama, dapat dibayangkan berapa banyak lahan yang dapat diselamatkan dari kerusakan lingkungan akibat ulah manusia sendiri.

Sumber : kompas
Halaman :
1

Ikuti Kami