Isu Warna Kulit di Cina Terekspos Lewat Reality Show

Nasional / 26 December 2009

Kalangan Sendiri

Isu Warna Kulit di Cina Terekspos Lewat Reality Show

Puji Astuti Official Writer
3805

Seorang gadis menarik perhatian khalayak Cina dalam sebuah reality show dan sekejab menjadi tenar, namun ketenaran itu bukan karena talentanya tapi karena warna kulitnya. Lou Jing (20)  adalah seorang gadis Cina dengan ibu Cina dan ayah Afrika-Amerika.

Ayah Lou meninggalkan Cina ketika Lou belum lahir. Ibunya terpaksa menjadi orangtua tunggal dan tinggal di pusat kota Shanghai membesarkan Lou.

Ketika masih kecil, Lou merasa dirinya tidak berbeda dengan teman-temannya yang lain. Namun kehidupannya berubah total ketika ia mengikuti reality show "Go! Oriental Anggel."

Host acara itu memanggilnya "chocolate girl" atau "black pearl", namun tidak semua perhatian dari penonton berarti positif. Sekalipun Cina tergolong negara yang penduduknya homogen dengan adanya 56 etnis berbeda yang tinggal di negara tersebut, tetapi 90 persen penduduk Cina yang adalah suku Han, membuat perbedaan menjadi sesuatu yang negative. Artinya, rasisme kadang masih muncul di negara tirai bambu tersebut.

Perkataan kutukan mengalir ke situs penggemarnya dengan kata-kata seperti, "seharusnya kamu tidak pernah lahir" atau "pergilah dari Cina." Namun, sekalipun berbagai hal negatif terarah padanya Lou Jing tetap menjaga hatinya agar tidak terluka karena semua itu. Bahkan ketika orang yang tidak mengenalnya bertanya mengapa ia bisa berbahasa Cina dengan begitu baik, ia akan menjawabnya dengan lugas, "Karena aku Cina!"

Lou Jing baru bertanya mengenai ayahnya sewaktu berumur 16 tahun, itu pun ia tidak mendapatkan jawaban dari ibunya, karena ibunya langsung menangis tersedu-sedu. Sejak itu ia tidak berani lagi bertanya.

Yang lucu adalah cerita-cerita ketika ia masih kecil dan bertanya pada teman-temannya mengapa ia berkulit hitam tidak putih seperti mereka.

"Kami berpikir tentang pertanyaan ini bersama-sama dan memutuskan untuk menjawab hal itu karena dia suka coklat hitam. Jadi kulitnya berubah lebih gelap secara bertahap," ungkap seorang temannya.

Teman lainnya ada yang menjawabnya, itu karena Lou makan terlalu banyak kecap. Bahkan nenek Lou Jing  mengatakan bahwa itu disebabkan karena ibu Lou Jing terlalu banyak minum obat Cina segingga ia menjadi berkulit hitam.

Lou Jing mengetahui bahwa ayahnya seorang Afro-Amerika ketika dalam show itu ibunya di wawancara langsung. Lou Jing hanya bisa menangis dan memegang erat-erat tangan ibunya.

Ketika di tanya apakah ia ingin mencari ayahnya, dia menjawab," Ya, saya telah berpikir tentang itu sebelumnya."

Lou Jing berharap ia bisa ke New York untuk meraih gelar Master, dan jika ia pergi kesana, ia pastikan ibunya akan ikut bersamanya.

Sekalipun Lou Jin, gadis oriental yang berkulit hitam ini tidak masuk dalam babak final, namun pesan yang sangat kuat telah ia sampaikan pada publik Cina.

"Aku pikir aku sama seperti semua gadis di sini, kecuali warna kulit saya. Kita berbagi panggung yang sama dan mimpi yang sama. Saya sudah mencoba sebaik mungkin, sehingga apa pun yang terjadi, aku akan terus menggapai mimpiku.

Tidak ada orang yang bisa memilih lahir di suku tertentu atau warna kulit tertentu, untuk itu, hal tersebut bukanlah suatu kesalahan. Setiap orang sama berharganya di mata Tuhan, dan memiliki kapasitas yang sama untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Sumber : CNN
Halaman :
1

Ikuti Kami