Tahun 2011 Pasukan AS Baru Akan Mundur dari Afghanistan

Nasional / 5 December 2009

Kalangan Sendiri

Tahun 2011 Pasukan AS Baru Akan Mundur dari Afghanistan

Daniel Official Writer
2402

Presiden AS Barack Obama akan menyampaikan kepada rakyat Amerika Serikat bahwa pasukan AS akan mundur dari Afghanistan dalam tiga tahun. Untuk saat ini, Obama memutuskan menambah 30 ribu personel militer ke Afghanistan.

Obama menyampaikan kebijakan itu dalam pidato televisi yang disiarkan secara nasional kepada para kadet di akademi militer West Point, di New York, Rabu (2/12).

Dalam pidatonya, Presiden Obama memerintahkan penambahan 30.000 tentara di Afghanistan. Namun dia juga memperingatkan Amerika akan mulai menarik mundur militernya dari Afghanistan pada 2011.

Pengiriman asukan tambahan ini akan menjadikan jumlah tentara Amerika di Afghanistan lebih dari 100.000 dalam memerangi militan Taliban.

Obama mencapai keputusan untuk pengiriman pasukan baru setelah mempertimbangkannya selama tiga bulan lebih dan melakukan sepuluh kali pertemuan tingkat tinggi dengan para penasihatnya.

Jenderal Stanley McChrystal, Panglima Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, menyambut baik pidato Obama.

Dia menyatakan Obama memiliki "misi militer jelas" dan sumber daya yang diperlukan. Presiden Obama menekankan Amerika Serikat berada di Afghanistan karena serangan 11 September oleh militan Al Qaeda.

Menurut Obama, sekutu Taliban telah mulai menguasai sebagian wilayah Afghanistan ketika melakukan tindak terorisme yang menghancurkan Pakistan.

Pasukan Amerika Serikat, katanya, kurang mendapat dukungan penuh yang mereka perlukan untuk berlatih dan bermitra dengan pasukan Afghanistan serta menjaga keamanan masyarakat dengan lebih baik.

"Saya yakin bahwa ini adalah kepentingan nasional penting untuk mengirimkan tambahan 30.000 tentara Amerika ke Afghanistan," katanya kepara para kadet.

"Tetapi setelah 18 bulan, tentara kami akan mulai pulang," lanjutnya.

Amerika didukung dengan koalisi besar 43 negara, tambahnya, dan tidak menghadapi pemberontakan rakyat yang luas.

"Yang paling penting, tidak seperti Vietnam, rakyat Amerika diserang dari Afghanistan dan masih menjadi target esktremis yang sama," kata Presiden Obama

Biaya untuk penguatan militer ini diperkirakan mencapai sekitar US$30 miliar.

Sumber : mediaindonesia.com
Halaman :
1

Ikuti Kami