Kasih Tuhan Menyempurnakan Hidupku

Kasih Tuhan Menyempurnakan Hidupku

agnes.faith Official Writer
6810

Jamrano lahir dengan ayah yang tidak ada mempunyai kasih. Ia selalu mendapat perlakuan yang kasar dari ayahnya. Bila ayahnya sedang ada masalah selalu menumpahkannya di rumah. Anak-anak adalah sasaran utama. Rano pun menjadi sasaran empuk untuk dipukul oleh sang ayah. Karena perlakuan ayahnya yang kasar, maka  Rano tumbuh menjadi anak yang kasar dan keras. Rano ingin sekali memiliki ayah yang dapat dijadikan panutan dan teman bercerita. Tetapi kenyataannya ia tidak mendapatkannya. Saat itu Rano mempunyai satu keinginan. Suatu saat nanti bila ia sudah besar dan kuat, ia akan membunuh ayahnya. Hal itu ia tanamkan sejak ia kecil.

Dari saat duduk di bangku SMP, Rano sudah mengenal dan memakai narkoba dan minuman keras. Hal itu berlanjut sampai ia masuk ke STM. Kelakuannya menjadi-jadi. Ia menjadi anak yang suka memberontak. Ia bahkan sering memimpin teman-temannya untuk berkelahi dengan sekolah lain. Bahkan satu hari ia dan teman-temannya tawuran sampai tiga kali. Ia lakukan itu semua karena ingin melampiaskan amarahnya terhadap ayahnya. Dan ia merasa bangga melakukan itu semua

Pada suatu hari ia berkelahi dengan sekolah lain dan ia melukai anak dari jawara kampung lain. Saat itu Rano diincar untuk dibunuh. Pada saat ia naik bus, warga langsung menyerbu bus itu dan mengancam ingin membunuh Rano, tetapi karena Rano juga mengancam supir untuk tetap jalan, maka ia lolos dari maut.

Lolos dari kematian membuat Rano berpikir tentang hidupnya. ia merasa hidupnya tidak ada artinya. Ia berpikir hanya bila ia tidak mati muda, maka ia akan mendekam di penjara. Saat itu merasa tidak ada jalan lagi untuk meraih masa depannya. Ia sempat berpikir untuk bunuh diri. Tetapi ia kemudian berpikir bahwa bunuh diri bukanlah cara yang baik, karena bila ia mati maka ia akan masuk neraka. Pada saat itu juga ia merasa hidupnya ada di dalam sebuah lubang yang dalam, kecil, bau dan gelap. Bila saja ada yang bisa mengeluarkannya dari sana, ia akan ikut.

Ditengah kegundahannya, ia bertemu dengan kerabatnya dari luar kota. Kerabatnya mengajak ia untuk datang ke persekutuan. Di persekutuan itu, Rano bertemu dengan Tuhan. Ia merasa hancur hati saat itu. Ia mengingat semua dosa yang sudah ia lakukan, semua itu sia-sia. Ia ingin mengampuni semua orang yang telah melukai hatinya. Terutama papanya. Ia merasakan kedamaian dan kelegaan yang belum pernah ia rasakan. Kasih Tuhan yang luar biasa telah menjamah dan melembutkan hatinya.

Pertobatan telah merubah Rano menjadi lebih baik. Ia selalu berdoa untuk ayahnya. Ia mempunyai kerinduan sebagaimana Tuhan telah melembutkan hatinya, ia juga ingin ayahnya dilembutkan hatinya. Sampai pada suatu saat papanya mengalami stroke. Pada momen itulah Rano memberanikan untuk meminta maaf pada papanya. Ia mulai mengobrol dan akhirnya ia mengutarakan maksudnya untuk meminta maaf. Papanya juga akhirnya terbuka dengan masa lalunya. Pada saat itu Rano dan papanya menangis dan berpelukan. Itu adalah pelukan pertama mereka.

Akhirnya Rano berdoa untuk ayahnya dan pemulihan  terjadi antara mereka. Luar biasa, hubungan ayah anak yang rusak selama 10 tahun kini telah dipulihkan oleh Tuhan. Walaupun pada akhirnya papanya menyerah dengan penyakitnya dan meninggal, tetapi tidak ada lagi penyesalan dalam hati Rano. Waktu yang sempit itu mereka gunakan sebaik-baiknya untuk saling menyayangi.

Setelah menerima Tuhan dalam hati, Rano merasa mempunyai masa depan lagi. Ia ingin hidupnya dipakai Tuhan. Didalam Tuhan ada cahaya terang yang membuatnya melihat dan ada pengharapan.(Kisah ini ditayangkan 1 Desember 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian:

Jamrano

Sumber : V080924100253
Halaman :
1

Ikuti Kami