Melihat Dengan Lollipop

Melihat Dengan Lollipop

Lestari99 Official Writer
3925

Anda pasti mengenal lollipop, gula-gula yang seringkali menjadi makanan kegemaran anak-anak. Sebuah penelitian memanfaatkan gula-gula (lollipop) elektrik untuk membantu orang buta ‘melihat' dengan menggunakan lidah mereka. Menurut salah seorang peneliti, Dr William Seiple, tekhnologi yang diberi nama Brainport ini memungkinkan orang buta dengan cepat bisa mempelajari cara menemukan pintu dan tombol di lift, membedakan pisau dan garpu, serta membaca huruf-huruf dan angka-angka. Selain itu para penderita tunanetra ini juga dinyatakan bisa mengambil cangkir dan garpu di meja saat makan malam tanpa meraba.

Cara kerja alat elektronik ini memang luar biasa. Alat ini berfungsi mengubah gambar yang ditangkap oleh kamera kecil menjadi getaran-getaran elektrik yang dapat dirasakan oleh lidah. Saraf akan mengirimkan pesan ini ke otak dan selanjutnya otak akan mengubah getaran tersebut menjadi gambar.

Para partisipan tunanetra yang baru menggunakan alat ini selama satu hari sudah bisa mengenali bentuk, gerakan dan isyarat. Beberapa di antaranya bahkan bisa menginterpretasikan obyek setelah menjalani pelatihan selama 15 menit. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Vision Healthcare and Research Organisation Lighthouse International.

Robert Beckman dari Wicab yang sedang mengembangkan alat ini menjelaskan bahwa alat cerdas ini memungkinkan penderita tunanetra untuk mengenali obyek, seperti bola atau huruf-huruf alfabet. Meskipun mereka mungkin tidak akan bisa membaca buku, namun mereka bisa membaca tanda. Brainport ini dilengkapi dengan kamera tersembunyi sepanjang 1 inci. Kamera ini dipasang pada kacamata yang akan dipakai pengguna. Sinyal-sinyal dari kamera akan dikirim melalui kabel ke unit kontrol seukuran telepon seluler yang bisa dipegang dengan tangan. Sinyal ini selanjutnya akan dikirim ke lollipop berbentuk tongkat yang ditempatkan di lidah.

Unit kontrol ini akan mengubah gambaran yang ditangkap menjadi gambar hitam, putih dan abu-abu yang memiliki resolusi rendah. Pada lollipop, gambar ini akan diciptakan ulang dalam bentuk kabel listrik segi empat yang terdiri dari 400 elektroda, hampir setara dengan ukuran kartu pos. Masing-masing elektroda akan bergetar sesuai jumlah cahaya di area gambar. Area putih mempunyai getaran kuat, abu-abu memiliki getaran lemah sedangkan area hitam tidak memberikan sinyal sama sekali. Unit kontrol ini juga memungkinkan pengguna memperbesar dan mengecilkan serta menyesuaikan kontras gambar dan intensitas getaran

Pada awal pemakaian, para pengguna dari alat cerdas ini akan ‘merasakan' gambaran di lidah. Tetapi dengan latihan, sinyal-sinyak tersebut akan mengaktifkan bagian otak yang berfungsi untuk menterjemahkan gambar.

Alat yang sungguh menarik bukan? Brainport rencananya akan mulai dipasarkan di akhir tahun ini dengan kisaran harga 6.000 euro. Alat ini sendiri telah didaftarkan ke badan pengawas obat dan makan Amerika (FDA).

Sumber : mediaindonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami