Kredibilitas Pemerintah Terjun bebas

Kredibilitas Pemerintah Terjun bebas

Lestari99 Official Writer
2364

Kasus Bibit-Chandra yang terus bergulir dan berkutat dalam ketidakjelasan semakin menurunkan pamor pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di mata masyarakat. Sampai saat ini tidak ada titik balik yang sepertinya mampu mengembalikan pamor pemerintah di mata masyarakat. Sikap SBY yang diam dan tidak cepat mengambil keputusan yang tegas semakin memperburuk hal ini.

Pada pukul 2 siang ini, Tim 8 akan menyerahkan hasil rekomendasinya kepada Presiden SBY. Tindakan SBY setelah menerima hasil rekomendasi ini bisa jadi akan semakin membuat kredibilitas pemerintah terpuruk bila SBY masih tetap pada sikapnya yang diam. Namun bila SBY dapat menanggapi hasil rekomendasi ini dengan mengeluarkan keputusan yang tepat dan juga cepat, kepercayaan rakyat terhadap SBY bisa dipastikan dapat sedikit meningkat.

Sikap diam SBY saat ini semakin membuat publik percaya bahwa kasus Bibit-Chandra adalah rekayasa belaka, konspirasi dari para petinggi negeri ini yang berniat meniadakan KPK. SBY terpilih dalam Pemilu dengan memperoleh kepercayaan lebih dari 60% rakyat Indonesia, tapi saat ini ketidakpercayaan rakyat itu malah meningkat lebih dari 60%.

Sebaliknya, dukungan terhadap Bibit-Chandra melalui facebook di dunia maya semakin meningkat. Sampai hari ini saja sudah mencapai lebih dari 1,3 juta orang. Bahkan pers dalam negeri yang biasanya mengangkat opini masing-masing justru bersatu hati membela pasangan KPK Bibit-Chandra.

Baik pers maupun publik semakin gelisah karena sepertinya keadilan dan kebenaran jauh dari institusi negara yang seharusnya membela hal itu, baik dari pihak kejaksaan maupun kepolisian, bahkan DPR yang notabene seharusnya menjadi wakil rakyat terlihat turut membela Polri dan Kejaksaan yang saat ini bisa dibilang sedang menjadi musuh publik.

Dan ternyata potret buruk ini tak hanya ada di dalam negeri tapi juga merambah ke pers luar negeri. Koran The Asian Wall Street Journal, koran yang amat berpengaruh di kalangan pengambil keputusan dan pebisnis dunia, memberitakan kasus Bibit-Chandra dengan nada miring dan mempertanyakan komitmen SBY terhadap perang melawan korupsi. Tabloid mingguan The Economist, terbitan berpengaruh yang berbasis di London, mengingatkan bahwa penanganan SBY terhadap kasus Bibit-Chandra bisa meruntuhkan kepercayaan publik, dan bila hal ini terjadi, era berakhirnya zaman Soeharto pun akan kembali berulang.

Segenap rakyat Indonesia saat ini sedang dalam masa penantian, apakah Presiden terpilih mereka akan mengambil langkah tegas yang menjunjung kebenaran dan keadilan seperti harapan segenap rakyat, atau sekali lagi rakyat hanya memiliki harapan kosong belaka?

Sumber : mediaindonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami