Listrik Mati, Pemerintah Hanya Bisa Minta Maaf

Nasional / 11 November 2009

Listrik Mati, Pemerintah Hanya Bisa Minta Maaf
Puji Astuti Official Writer
3490

Pemadaman bergilir listrik yang dilakukan PLN dengan alasan kerusakan gardu dan perbaikan sudah membuat masyarakat gerah karena kerugian yang diakibatkan oleh hal ini tidaklah sedikit. Setelah masyarakat ribut mempermasalahkan hal ini, baru pada hari Selasa (10/11) kemarin Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar meminta maaf atas nama pemerintah dan menjanjikan akan segera menyelesaikan krisis listrik yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya.

"Kami berdua dengan Menteri ESDM Darwin Shaleh, atas nama pemerinta meminta maaf atas krisis listrik yang terjadi saat ini," demikian ungkap Mustafa seusai rapat dengan Wapres Boediono tentang stabilisasi pasokan listrik di Istana Wapres.

Dilain pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akan menemui pemerintah dan DPR-RI meminta pertanggungjawaban atas kasus ini.

"Paling tidak pemerintah dapat memberi batasan atau standar berapa kali listrik padam dalam satu hari, termasuk berapa lama pemadaman dilakukan. Kalau melebihi batas yang ditetapkan berarti PLN tidak sanggup menjalankan tugasnya, sekaligus membohongi publik," demikian ungkap Ketua Umum YLKI Husna Zahir.

Pertanyaannya, apakah masyarakat cukup dengan permintaan maaf saja? Menurut Husna jika masyarakat tidak puas maka bisa dilakukan class action.

Sumber : Antara News
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?