Kiat-Kiat Memilih Dokter

Kiat-Kiat Memilih Dokter

Tammy Official Writer
3310
\"KiatKesehatan tubuh Anda juga adalah investasi terbaik dalam hidup Anda. Tentu Anda tahu jika tubuh Anda sedang tidak fit, akan sulit bagi Anda untuk bekerja dan menikmati proses pekerjaan itu. Sekali-kali sakit musiman menghampiri tubuh Anda seperti flu, batuk, atau demam. Tetapi bagaimana dengan penyakit-penyakit berat yang memerlukan dokter khusus?

Mungkin Anda pernah mengalami keluar dari ruang konsultasi dokter dengan perasaan tak puas, tapi tak banyak yang bisa Anda lakukan? Berikut ada 7 kiat dalam memilih dokter agar waktu dan dana Anda tak sia-sia:

1. Pilih dokter sesuai keluhan

Sebelum memilih dokter, kenali dulu masalahnya. Jika mengalami tanda-tanda diabetes, datanglah ke ahli endokrin. Jika menderita asma, mengunjungi dokter ahli paru atau pulmonologist. Jika penglihatan terganggu, berkonsultasilah dengan dokter mata atau ophthalmologist. Jika sulit menelan, dapat mengunjungi dokter THT.

Tetapi ada saatnya gejala yang dialami rancu dan tidak jelas. Sakit kepala, misalnya, bisa disebabkan beragam kondisi mulai dari mata tegang hingga masalah sinus. Jika situasi seperti ini yang dialami, sebaiknya kunjungi dokter umum terlebih dahulu yang kemudian akan merujuk Anda ke spesialis bila perlu.

2. Jangan takut banyak bertanya

Saat berkonsultasi dengan dokter jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan apapun yang mengganjal di benak. Jika sang dokter terlihat tak begitu komunikatif atau terkesan enggan menjawab pertanyaan, dapat dipertimbangkan untuk mencari alternatif dokter lain.

3. Jika Anda memiliki asuransi...

Bila menjadi peserta asuransi kesehatan, dapat dipastikan untuk memilih dokter yang berpraktek dirumah sakit rujukan perusahaan asuransi tersebut. Bila harus dirawat di rumah sakit, dokter bisa terus merawat dan mengawasi perkembangan.

4. Pastikan merasa nyaman

Memilih dokter yang sejak awal dapat membuat Anda merasa nyaman, membuat percaya diri untuk menyampaikan segala keluhan dan dapat menenangkan kekhawatiran dengan alasan yang logis. Hubungan antara dokter-pasien sangat penting dan harus didasarkan pada kejujuran serta rasa saling percaya. Dengan Anda semakin merasa yakin pada dokter, kemungkinan akan semakin patuh pada program perawatan yang dokter tetapkan.

5. Pertimbangan kemudahan akses

\"KiatDalam menentukan pilihan, dapat dipertimbangkan tentang lokasi dan jadwal praktek dokter. Kapankah waktu yang paling memungkinkan pergi ke dokter? Sepulang kantor atau di akhir pekan? Jika harus dirawat apakah lebih memilih rumah sakit di dekat kantor atau di dekat rumah? Semua ini bisa dijadikan bahan pertimbangan.

6. Pertimbangkan anggaran

Tarif jasa konsultasi dokter di berbagai rumah sakit cukup bervariasi. Lebih baik untuk memastikannya dengan mencari-tahu terlebih dahulu via telepon sebelum mendaftarkan diri. Jika tarifnya jauh melampaui anggaran, sebaiknya mencari yang lebih sesuai kantong. Sebelum menjalani pemeriksaan laboratorium dan tindakan apapun, jangan lupa pula menanyakan biayanya pada petugas administrasi rumah sakit.

7. Carilah rekomendasi dari orang yang Anda percayai

Kalau masih tak yakin, dapat mencoba menanyakan pada kerabat, teman atau kolega untuk mendapatkan rekomendasi mengenai dokter yang dipercayai. Namun jangan sepenuhnya mengendalikan rekomendasi individu seperti ini karena tolok ukur orang lain bisa berbeda.

Sumber : perempuan.com
Halaman :
1

Ikuti Kami