7 Kebohongan Wanita

Single / 17 September 2009

Kalangan Sendiri

7 Kebohongan Wanita

Fifi Official Writer
11033

Sore ini saya sedang duduk dengan teman lama saya di coffee shop kesukaan kami.

"Saya lagi jatuh cinta...", ujarnya

"Oh ya?"

"Iya, sudah dua bulan ini kita telpon-telponan dan sms-an. Dan kayaknya kita sudah mau merit aja..Dia sempurna banget. Baik, lucu, dinamis...Pokoknya kalau lagi sama dia, rasanya benar banget."

"Satu agama?"

"Iyalah... dia cowok baik. Jarang ke gereja sih, tapi baik"

"Terus?"

"Iya...dia manis banget. Walau agak suka ‘maksa'.."

"Maksudnya?"

"Ya, ngertilah.. cowok.. tapi nggak apa apa kok..."

"........"

Saya sudah sangat sering terilbat percakapan seperti ini. Dan satu hal yang terlintas di pikiran saya: "..Satu lagi perempuan yang merancang kebohongan untuk menjebak dirinya sendiri dalam suatu hubungan.....". Maksudnya? Maksudnya, banyak kebohongan yang diciptakan oleh perempuan didalam otak mereka tentang pria yang sedang berhubungan dengan mereka. Kebohongan yang mereka ciptakan inilah yang akan menjebak diri mereka sendiri ke dalam pernikahan yang buruk. Apakah anda sering terjebak dalam kebohongan yang sama? Mari identifikasi bersama:

Kebohongan 1: Jika sudah satu agama, maka dia pasti yang terbaik

Ber KTP "Kristen" sama sekali tidak menjamin kondisi kerohanian yang baik. Yang benar-benar menunjukkan identitas kerohaniannya ialah perbuatan. Tidak berusaha merayu perempuan ke tempat tidur sebelum pernikahan serta memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan dan memberi dorongan yang sama terhadap pasangannya adalah beberapa contohnya. Biasanya, perempuan tertipu dengan tulisan dalam KTP disertai omong besarnya.

Kebohongan 2: Kalau rasanya benar, pasti benar

Perasaan sama sekali tidak bisa diandalkan dan dipercaya. Perasaan berubah setiap hari. Mereka yang mengandalkan perasaan dalam mengambil keputusan, akan kecewa di akhir hari. Keputusan harus diambil melalui doa dan secara objektif.

Kebohongan 3: Karakternya banyak yang hancur lebur, tapi saya akan merubahnya

Jika seseorang penuh dengan kecacatan karakter padahal usianya sudah sangat dewasa, maka anda harus ekstra hati-hati. Memang tidak ada manusia yang sempurna. Tapi karakter buruk akan membuat hidup pasangannya menderita. Lagipula, karakter seseorang tidak akan pernah bisa berubah oleh pasangan. Orang itu sendiri yang harus merendahkan dirinya, mau diajar, mengambil keputusan untuk berubah, dan benar-benar berubah. Jangan mimpi untuk merubah pasangan semudah membalikkan telapak tangan. What you see is what you get.

Kebohongan 4: Setelah bercakap-cakap lama, saya benar-benar telah mengenalnya

Percakapan berjam-jam di telepon atau mengobrol bertatap muka berhari-hari sama sekali bukan pengganti gambaran kehidupan nyata. Dalam percakapan, siapa saja bebas berbicara apa saja sambil memakai topeng. Jika anda sudah pernah melihatnya berada di tengah-tengah keluarga, berada ditengah kemacetan jalan yang penuh dengan pengemudi kasar atau mengalami servis yang buruk dari restoran dan melihat reaksi spontannya, maka anda baru bisa mengenal sedikit tentang dirinya yang sebenarnya. Jangan tertipu oleh topengnya.

Kebohongan 5: Kebetulan adalah tanda dari Tuhan

Akan banyak kebetulan yang akan mempertemukan anda dengan siapa saja, termasuk orang yang menarik hati anda. Jika anda tidak mau menunggu dan tergesa-gesa mengambil keputusan dengan kebetulan pertama yang melintas didepan anda sebagai tanda dari Tuhan, anda bisa sangat kecewa nantinya.

Kebohongan 6: Normal bagi pria untuk memaksa saya dalam hal seks

Pria sejati tidak akan mengambil keuntungan secara seksual dari perempuan, apalagi dengan cara memaksa. Mereka akan menghormati wanita. Jika pria tersebut memaksa anda, berarti dia hanya mementingkan dirinya sendiri dan sama sekali tidak mengasihi anda.

Kebohongan 7: Ketika saya menikah, semua akan menjadi indah dan sempurna

Kebenaran yang berlawanan dari ini ialah, kita hanya akan merasakan indah dan sempurna dalam pernikahan jika Tuhan menjadi dasar dari pernikahan itu, dan Tuhan jua yang menjadi cinta pertama kita. Tidak ada pasangan yang terlalu baik untuk membuat pernikahan menjadi indah dan sempurna. Karena itu, ganti dasar dalam hubungan anda, jika ingin bahagia.

Hentikan kebohongan-kebohongan dalam pola pikir anda, dan berjalanlah dalam kebenaran

Halaman :
1

Ikuti Kami