Pesan Kasih Vatikan Dalam Idul Fitri 1430 H

Pesan Kasih Vatikan Dalam Idul Fitri 1430 H

Puji Astuti Official Writer
1999

Menjelang Idul Fitri 1430 H ini, Vatikan mengeluarkan amanat melalui Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antar - Umat Beragama bertemakan "Umat Kristiani dan Umat Islam Bersama Mengentaskan Kemiskinan."

Dewan Kepausan yang di ketuai oleh Cardinal Jean-Louis  Tauran dan Sekretaris, Uskup Agung Pier Luigi Celata menyampaikan pesan Idul Fitri itu dengan menyapa Umat Islam sebagai saudara terkasih. Berikut cuplikannya:

"Saudara Umat Islam yang terkasih, pada Hari Raya, ketika Anda sekalian mengakhiri bulan suci Ramadhan ini, kami ingin menyampaikan kepada Anda sekalian Ucapan Selamat, disertai dengan harapan akan kedamaian dan kebahagiaan bagi Anda sekalian. Melalui Ucapan Selamat ini pula kami ingin menyampaikan tema yang kiranya dapat menjadi bahan permenungan kita bersama: Umat Kristiani dan Umat Islam: Bersama Mengentaskan Kemiskinan."

Kemiskinan tidak dibatasi oleh apapun, dan masalah ini tidak bisa ditangani oleh salah satu golongan tertentu. Dengan bergandengan tangan seharusnya antar umat beragama bisa bersama-sama mengentaskan kemiskinan, karena kasih dan kepedulian merupakan bagian inti dari ajaran agama manapun.

"Ucapan Selamat Idul Fitri yang dikeluarkan oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-Umat Beragama seperti ini, telah menjadi tradisi yang kita pupuk bersama dan yang senantiasa menjadi kerinduan yang dinantikan setiap tahunnya. Dan ini sungguh-sungguh telah menjadi sumber kegembiraan kita bersama," demikian pesan tertulis Dewan Kepausan.

Pesan dari Vatikan ini mendapat perhatian khusus dari Umat Katolik di daerah Papua. Mahasiswa-mahasiswa Katolik di berbagai perguruan tinggi Papua dengan serius mencermati pesan itu. Juga dalam perkumpulan-perkumpulan keluarga-keluarga Katolik membahas dan mendalami isi pesan tersebut untuk bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan yang sangat baik dan universal ini sudah seharusnya perlu didalami oleh setiap umat percaya yang tinggal di bumi Indonesia. Keragaman suku, budaya dan agama bukanlah sebuah batasan untuk bisa saling bergandeng tangan demi membangun negeri ini dan mengentaskan kemiskinan yang menjamur dimana-mana.

Sumber : Antara/VM

Ikuti Kami