Hati-hati Sama Kesemutan !

Hati-hati Sama Kesemutan !

Budhi Marpaung Official Writer
4988

Banyak dari kita mungkin menganggap kesemutan atau kebas adalah hal biasa. Hal yang terjadi karena terlalu lama diam atau berada di dalam satu posisi tertentu ini sebenarnya bukanlah hal yang "biasa" apabila kita mengetahui bahaya dibalik kesemutan itu.

Setidaknya ada tiga hal yang menandakan kesemutan hal-hal yang tidak biasa:

1. Rangsang listrik terhambat. Kesemutan umumnya mudah hilang begitu saja ketika bagian tubuh yang kesemutan dikibas-kibaskan atau digerakkan perlahan. Tetapi, ada juga sebenarnya kesemutan yang tidak hilang sendiri. Jika seseorang mengalami di satu bagian tubuh, kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.

2. Defisiensi vitamin. Orang yang terlalu banyak berbaring atau kurang gerak, entah karena sakit, lemah, atau obesitas, bisa juga menderita kesemutan akibat bagian-bagian tertentu tubuhnya terus-menerus tertekan. Bahkan penciutan otot bisa juga terjadi. Kasus yang dinamakan neuropathy tekanan ini sering dijumpai pada pasien TBC kronik dan stroke yang lumpuh sebelah dan kurang mendapat perawatan fisioterapi. Istilah neuropathy sendiri berkaitan dengan segala macam penyakit, radang atau kerusakan yang menimpa saraf tepi.

Bila kesemutan dialami oleh anak kecil maka besar kemungkinan anak ini akibat kekurangan vitamin. Biasanya ini diderita anak-anak yang agak besar. Namun, kesemutan pada anak-anak jarang terjadi, karena jaringan sarafnya masih fleksibel dan anak-anak biasanya lebih aktif bergerak.

3. Diabetes. Mungkin dari Anda yang bertanya apa hubungan antara kesemutan dengan penyakit diabetes? Jawabannya karena pada penderita diabetes biasanya juga disebabkan karena kekurangan vitamin B. Ketika orang tersebut kurang vitamin B, timbullah neuropathy. Sebagai informasi, vitamin B merupakan salah satu unsur yang diperlukan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf. Dalam hal ini neuropathy terjadi bukan karena tekanan, tetapi karena fungsi saraf terganggu.

Timbulnya neuropathy pada penderita diabetes tidak tergantung pada kadar gula darah, tetapi pada lamanya si penderita mengidap diabetes. Semakin lama "jam terbang"-nya sebagai penderita diabetes, semakin tinggi kemungkinan "semut-semut" itu muncul. Jadi bisa saja seorang penderita merasakan kesemutan meskipun diabetesnya sendiri terkontrol dengan baik. Yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas (seperti kecabean), kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

Bagi Anda yang saat ini ingin terhindar dari kesemutan sebenarnya ada kiat sederhana agar terhindar dari kesemutan, yakni hindari posisi tubuh yang tidak enak, seperti nonton TV sambil tiduran atau menulis di lantai sambil tengkurap atau nungging. Bila duduk menulis, duduklah di kursi dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran. Dengan sendirinya, pilihlah kursi yang ergonomik.

Namun mereka yang terlalu sensitif sehingga gampang kesemutan pun dapat mengurangi kecenderungannya dengan berolah raga secara kontinu, sambil tetap menjaga sikap tubuh yang baik, mempertahankan pola makan sehat, dan menghindari stres.

Mudah bukan untuk terhindar dari kesemutan? Mari lakukan pencegahan sebelum kesemutan menyerang Anda dan akibatnya bisa lebih berbahaya...

Sumber : mediasehat.com/bm

Ikuti Kami