Di Jepang ada suatu sindrom 'mati karena bekerja berlebihan' yang disebut karoshi, hal ini adalah kondisi dimana seseorang yang sehat tiba-tiba meninggal ditempat kerjanya. Hal ini dipicu oleh kelebihan beban karena pekerjaan.
Saat ini banyak orang menjadi workoholik, terus menambah jam kerja, dan terfokus pada pekerjaan. Akhirnya hal ini terkulminasi pada kondisi dimana seseorang mengalami burnout. Dengan dikejar target pekerjaan, juga kebutuhan keuangan yang tinggi, banyak orang mulai kewalahan, muncul ketidak pedulian pada keluarganya dan seringkali berujung pada dosa.
Jika saat ini tekanan-tekanan pekerjaan nampaknya meningkat lebih tinggi daripada motivasi dan energi Anda, coba terapkan resep-resepkan berikut ini mungkin bisa membawa keseimbangan dan memberi perspektif baru.
Menetapkan batasan dimana Anda perlu berkata "cukup" untuk pekerjaan Anda. Jika pekerjaan sudah menguasai sebagian besar waktu Anda, maka pekerjaan itu sudah menjadi berhala dalam hidup Anda. Seperti yang Tuhan katakan, "Jangan ada Allah lain.." hal ini berlaku juga untuk pekerjaan Anda.
Saat ini pengurangan pekerja adalah sesuatu yang wajar terjadi, namun hal itu bukan berarti tuntutan pekerjaan semakin kecil. Perusahaan menuntut hasil yang sama ataupun lebih besar dengan pekerja yang lebih sedikit. Anda perlu realistis, pilihannya hanya ada dua, Anda bersedia menerima tuntutan itu atau memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Dalam sebuah tulisannya yang provokatif berjudul When Work Becomes Home and Home Becomes Work, Arlie Hochschild menuliskan bahwa dengan penambahan jam kerja, kehidupan di keluarga menjadi terabaikan. Sebagai hasilanya kehidupan rumah tangga menjadi kacau. Hal ini berakibat tingkat perceraian yang semakin tinggi, anak-anak yang lari pada obat-obatan terlarang dan dunia malam, dan juga banyak masalah lainnya. Semuanya itu kembali kepada diri kita masing-masing, bagaimana kita memposisikan diri dalam pekerjaan dan mengatur prioritas dalam kehidupan.
Anda bisa sukses dalam pekerjaan dan juga membina sebuah keluarga yang bahagia, pastikan Anda memegang kunci-nya, yaitu menempatkan prioritas dengan benar dan ijinkan Tuhan menggunakan pekerjaan sebagai sarana untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Selamat bekerja...
Sumber : The Overload Syndrome;Richard A. Swenson, M.D; Visi PresindoIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”