Pemerintah Rusia Beri izin Pelajaran Agama Diajarkan di Kelas

Pemerintah Rusia Beri izin Pelajaran Agama Diajarkan di Kelas

Budhi Marpaung Official Writer
3899

Presiden Rusia Dmitri A. Medvedev mengumumkan sebuah proyek baru untuk mengajar anak-anak mengenai dua hal yang harus dipilih oleh mereka, yakni agama Rusia atau etika sekuler.

Ini adalah pertama kalinya pemerintah telah memungkinkan agama apapun selain komunisme dalam lembaga tersebut sejak gagalnya doktrin ateis Uni Soviet yang telah dimulai pada tahun 1980-an. 

Medvedev mengatakan 12.000 siswa yang baru masuk usia remaja dari 18 sekolah daerah akan mengambil kelas tersebut. Dia menekankan bahwa kelas yang baru dibuat tersebut hanya akan menyertakan "agama tradisional terbesar dari Rusia", yakni Kristen Ortodoks, Islam, Yahudi dan Budha, atau siswa dapat mengambil ikhtisar dari empat agama tersebut.

Kepercayaan lainnya, seperti Katolik Roma atau Protestan tidak diperbolehkan. Dan tentunya kursus etika sekuler akan menjadi sebuah pilihan.

"Para siswa dan orang tua mereka harus diizinkan untuk memilih secara bebas," kata Medvedev di depan para pendeta dan pejabat di kediamannya yang berada di luar Moskow. "Setiap kekerasan, tekanan mutlak tidak dapat diterima dan kontraproduktif".  

Lebih dari 100 juta orang merupakan bagian dari Jemaat Gereja Ortodoks Rusia, namun jajak pendapat menunjukkan bahwa hanya sekitar 5 persen dari penduduk Rusia yang beragama Kristiani adalah orang-orang setia.

Medvedev juga mengatakan bahwa kelas-kelas tersebut dapat diperluas secara nasional pada 2012.

Satu langkah awal yang baik ditunjukkan oleh pemerintahan Rusia dibawah pimpinan Presiden Rusia Dmitri A. Medvedev yang memberikan kebebasan bagi anak-anak usia belia Rusia untuk mempelajari suatu agama. Walaupun, tidak semua agama dapat diajarkan, tetapi paling tidak hal ini dapat membuka pintu kebebasan beragama di negara pecahan Uni Soviet tersebut.

Sumber : cbn.com/bm
Halaman :
1

Ikuti Kami