Mempelajari Sistem Bisnis Rumahan

Mempelajari Sistem Bisnis Rumahan

agnes.faith Official Writer
2202

Membuka usaha sendiri tidaklah mudah. Harus disertai dengan pengetahuan tentang pengaturan bisinis itu sendiri. membangun sistem sendiri juga membutuhkan waktu dan ketekunan. Inovasi dalam mengembangkan usaha, misalnya dengan sistem bonus yang memikat untuk keryawan atau agen, poin reward untuk keagenan atau untuk pelanggan, membutuhkan waktu untuk mengujinya, sampai benar-benar bisa berjalan baik tanpa ada hambatan atau pertentangan dari pihak lain.

Sistem kemitraan antar pengusaha, baik dalam hal produksi maupun dalam penjualan, yang akhir-akhir ini cukup berkembang juga membutuhkan kehati-hatian dalam menjalankannya.

Secara umum sistem perusahaan terbagi menjadi tiga:

  • Sistem marketing. Ini  meliputi bagaimana membuat pemasaran berjalan efektif sehingga perusahaan mendapatkan laba yang memadai. Sistem ini mencakup bagaimana pola kebijakan harga jual, harga agen/distributor, promosi yang efektif, dll.
  • Sistem SDM. Bagaimana merekrut tenaga kerja, membinanya, memberi pelatihan, reward dan punishment, dsb. Usaha skala kecil umumnya kurang memperhatikan masalah SDM. Rekruitmen SDM dilakukan tanpa pertimbangan matang, dan cenderung merekrut tenaga dari keluarga atau sahabat yang dikenal baik. Padahal yang sesungguhnya terjadi adalh perusahaan skala kecil sangat bergantung pada karyawan. Jika satu orang karyawan tidak masuk saja, pelayanan terhadap pelanggan bisa terganggu.
  • Sistem kontrol. Adalah sistem yang memungkinkan terjadi ontrol yang baik terhadap semua sistem dan prosedur yang berjalan. Dengan sistem kontrol yang baik, pemilik perusahaan tidak perlu hadir ke kantor tiap hari.

Beberapa sistem yang harus diprioritaskan khususnya yang tekait dengan SDM antara lain:

  • Peraturan mengenai jam kerja karyawan. Setiap jenis bisnis berbeda-beda aturannya. Di perusahaan media, ada wartawan yang pekerjaannya tidak memiliki jam kantor. Di pabrik ada sistem shift, dll.
  • Peraturan tentang hal dan kewajiban karyawan. Meski perusahaan kecil, sebaiknya karyawan tahu hak-hak mereka dan kewajiban mereka. Jika dilanggar harus ada sanksi yang jelas.
  • Bonus, insentif. Untuk meningkatkan prestasi perusahaan, karyawan perlu dirangsang dengan berbagai jenis insentif. Hal ini akan membuat karyawan bisa bekerja lebih giat meski tidak diawasi langsung oleh pemilik.
  • Pembagian tugas. Penting bagi karyawan deskripsi tugas karyawan. Hal ini akan membuat karyawan tahu tugas sehari-hari dan besarnya beban yang akan menjadi tanggung jawabnya.

Dengan 4 sistem dan prosedur diatas setidaknya karyawan merasa bahwa bekerja di perusahaan Anda, meskipun usahanya kecil, sudah memiliki aturan yang jelas, apalagi memiliki visi yang sudah dipahami bersama.

Sumber : Bisnis Sambilan Langkah Awal Menjadi Enterpreneur Sukses - Bambang Suharno
Halaman :
1

Ikuti Kami