Hati Allah Bagi Anda

Hati Allah Bagi Anda

Lestari99 Official Writer
4055
Yohanes 17:22-23
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Kedua ayat ini pantas dipelajari dan direnungkan seumur hidup kita. Ini adalah fokus doa yang Tuhan panjatkan pada malam sebelum Dia disalib. Jika kita tahu bahwa sisa hidup kita kurang dari dua puluh empat jam, maka doa-doa kita mungkin akan menjadi doa-doa yang paling berfokus - kita mengungkapkan bagian diri kita yang terdalam yang belum pernah terungkapkan sebelumnya. Karena itu, doa Tuhan malam itu pun demikian - sebagai ungkapan kepedulian hati-Nya yang terdalam. Oleh sebab itu, Yohanes 17 mungkin adalah refleksi hati Allah yang paling murni. Jelas bahwa salah satu pokok persoalan terdalam di hati-Nya ialah kesatuan umat-Nya. Dia bahkan telah memberikan kemuliaan-Nya kepada kita untuk tujuan ini - supaya kita menjadi satu.

Seperti ditulis Paulus dalam 2 Korintus 3:18, kemuliaan Tuhanlah yang mengubah kita:

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Salah satu karakteristik dasar Allah ialah kesatuan. Bapa, Anak dan Roh Kudus selalu berada dalam kesatuan yang sempurna. Tidak pernah ada cemburu, pertikaian, perselisihan atau perbantahan dalam Trinitas. Semakin kita diubahkan menjadi serupa dengan gambar Tuhan, semakin kita memiliki kesatuan dengan Dia dan satu sama lain. Dengan melihat kemuliaan-Nya inilah, hal itu akan tercapai. Ia memberikan kemuliaan-Nya supaya kita menjadi satu, dan seberapa kuat kesatuan yang akan kita miliki sesuai dengan kemuliaan-Nya yang kita lihat.

Kebalikannya juga sama. Apabila ada perpecahan di dalam gereja, hal itu disebabkan karena kita telah memalingkan mata dari Tuhan dan tidak lagi melihat kemuliaan-Nya. Bila kita mengetahui bahwa kerinduan hati Tuhan yang terdalam ialah kesatuan umat-Nya, bagaimana mungkin orang yang sungguh-sungguh mengasihi Sang Juruselamat mau dengan sengaja menimbulkan perbantahan atau perpecahan di dalam gereja yang untuk menyelamatkan dan mempersatukannya Dia telah rela mati? Efesus 4:29-32 menjelaskan kebenaran penting ini:

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah mendukakan Roh Kudus karena semua itu menghancurkan kesatuan umat-Nya. Oleh sebab itu, kita harus selalu berusaha mentaati nasehat itu dengan tidak membiarkan perkataan kotor keluar dari mulut kita, tetapi hanya perkataan yang baik untuk membangun umat-Nya.

Sebagai orangtua, tidak banyak hal yang lebih menyukakan mereka daripada melihat anak-anak mereka saling mengasihi dan hidup rukun satu sama lain. Begitu pula, tidak banyak hal yang lebih mendukakan orangtua daripada ketika mereka melihat anak-anak mereka bertengkar dan menjadi marah satu sama lain. Ingat, kesatuan umat-Nya adalah salah satu bagian pokok dari hati Allah. Jika kita mengasihi Dia, maka bukankah seharusnya kita membaktikan diri kepada apa yang jelas-jelas penting bagi-Nya?

Sumber : Rick Joyner - 50 Renungan untuk Membangun Visi Anda

Halaman :
1

Ikuti Kami