PGI Himbau Umat Kristiani di Indonesia Bersyafaat Jelang Pilpres 2009

Internasional / 6 July 2009

Kalangan Sendiri

PGI Himbau Umat Kristiani di Indonesia Bersyafaat Jelang Pilpres 2009

Budhi Marpaung Official Writer
4586

Semakin dekatnya hari pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli 2009 dipergunakan oleh beberapa pihak untuk berkoordinasi dalam rangka menyukseskan pesta rakyat Indonesia tersebut. Salah satunya adalah acara jumpa pers yang dilakukan oleh 16 orang tokoh lintas agama yang diadakan di Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Jakarta, Kamis (2/7).

Para tokoh lintas agama di Indonesia yang menghadiri acara jumpa pers tersebut antara lain Pdt Richard Daulay (PGI). Din Syamsuddin (Ketum PP. Muhammadiyah dan Chairman IcomRP), K.H. Yohanes Dwi Harsanto, Pr.Amidhan (MUI).

Maksud dari diadakannya jumpa pers oleh para tokoh lintas agama di Indonesia adalah untuk menyampaikan pesan dan himbauan kepada masyarakat dan berbagai elemen serta mengawal demokrasi yang terkait dengan hari pemberian hak suara untuk pilpres 8 Juli mendatang.

Pdt. Richard Daulay (PGI) mewakili umat Kristiani Indonesia menyampaikan 4 hal dalam pesannya berkenaaan dengan pelaksanaan pilpres, yakni kepada para capres-cawapres agar memperhatikan kualitas dalam pilpres nanti, karena berhasil tidaknya kepemimpinan di Indonesia 5 tahun ke depan ini tergantung pada proses dan hasil pilpres 8 Juli mendatang. 

Hal kedua yang disampaikan Pdt.Richard Daulay adalah himbauan kepada masyarakat agar tidak golput dan apabila terpaksa harus golput diharapkan mereka (orang yang golput) dapat melihat agenda pilpres sebagai momen penting dan ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan pilpres sebagai wujud tanggung jawab seorang warga negara Indonesia.

Ketiga, menyerukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan bersikap netral pada pilpres mendatang.

Hal keempat atau yang terakhir, beliau meminta agar umat Kristiani di Indonesia mengambil waktu berdoa syafaat bagi pilpres mendatang dan hasilnya nanti adalah terpilih pemimpin Indonesia yang takut akan Tuhan, cakap, dan tidak suka akan suap.

Sementara itu, para tokoh lintas agama yang berkumpul kamis (2/7) kemarin juga telah bersepakat dan menyampaikan beberapa amanat, seperti penyelesaian Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang harus segera dilakukan oleh pihak KPU sehingga tidak ada lagi masalah seperti DPT ganda seperti pemilu legislatif April lalu dan juga meminta keikhlasan masing-masing capres cawapres menerima hasil pilpres 2009.

Din Syamsuddin, salah satu tokoh mewakili umat Islam di Indonesia menyatakan bahwa pilpres 8 Juli adalah agenda penting dan strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada jumpa pers tersebut, Din meminta kepada para elite agar tidak menggunakan agama sebagai komoditas politik mereka karena hal itu dapat mengaburkan fungsi agama sebagai sumber moral dan memberikan pencerahan bagi politik.

Hal senada juga disampaikan oleh Pdt Richard Daulay yang menyatakan bahwa menaruh agama dalam ranah politik sama artinya dengan merendahkan agama.

Selain tokoh-tokoh agama Kristiani dan Islam, terdapat juga tokoh agama dari Budha, yakni Bhiksu Sapta Virya (Walubi) dan Konghucu, yang diwakili oleh Uung Sendana.

Sumber : christianpost.co.id/bm
Halaman :
1

Ikuti Kami