Berhenti Merokok dengan Permen Karet Tidak Efektif

Berhenti Merokok dengan Permen Karet Tidak Efektif

Lestari99 Official Writer
5521

\"\"Bagi para perokok aktif yang sudah akut dan susah untuk menghentikan kebiasaannya, biasanya menggunakan permen karet sebagai salah satu cara untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut. Namun hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut sangat tidak efektif.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam arsip Ilmu Kesehatan Internal, memulai menggunakan permen karet nikotin dalam usaha mengurangi setengah jumlah rokok yang dihisap pada 4 minggu sebelum tanggal yang ditargetkan untuk berhenti merokok tidak lagi efektif dibandingkan memulai penggantian nikotin pada hari berhenti merokok tanpa sebelumnya sedikit demi sedikit menguranginya.

Dr. Jean-Francois Etter, dari Universitas Genewa, Swiss, dan rekan-rekannya meneliti 314 orang dewasa yang sudah merokok paling tidak 15 rokok setiap harinya (dari rata-rata 23,7 rokok per hari).

Sekitar setengah dari subyek penelitian ditugaskan untuk menggunakan permen karet nicotine polacrilex (Nicorette) 4 minggu sebelum dan 8 minggu setelah tanggal yang ditargetkan untuk berhenti dan mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap mencapai setengahnya sebelum hari yang ditargetkan. Subyek penelitian lainnya ditugaskan untuk menggunakan permen karet yang sama selama 8 minggu dimulai dari target hari mereka berhenti merokok dan diperintahkan untuk berhenti merokok secara tiba-tiba.

Kedua kelompok diberitahukan untuk mengunyah sampai 10 potong permen karet per hari. Tidak ada konseling tatap muka yang diberikan. Menurut Etter dan rekan-rekannya, "Angka penghentian merokok pada kedua kelompok tinggi, dan kedua kelompok mirip pada semua survey berikutnya."

Delapan minggu berikutnya setelah target hari untuk berhenti, dilaporkan angka 4 minggu pemantangan 41,6 persen pada perokok yang memulai menggunakan permen karet nikotin lebih awal dan 44,4 persen pada mereka yang memulai menggunakan permen karet nikotin pada hari mereka berhenti, angka pemantangan merokok 20,8 persen dan 19,4 persen, masing-masing.

Berlawanan dengan harapan bahwa penurunan bertahap dalam merokok akan meningkatkan angka berhenti pada akhir program, para peneliti menemukan bahwa mereka yang berhenti secara tiba-tiba memiliki angka berhenti yang tinggi dibandingkan mereka yang secara bertahap mengurangi.

"Hal ini merusak strategi penghentian dan secara tidak langsung menyatakan bahwa penghentian yang tiba-tiba lebih efektif daripada penghentian secara bertahap, seperti yang disarankan oleh yang lain,"Etter dan rekan-rekannya memberi kesimpulan.

Hasil ini, mirip dengan penelitian sebelumnya yang menandakan bahwa penggunaan permen karet nikotin sebelum penghentian tidak secara signifikan menaikkan angka penghentian rokok. Hasil yang kontras, bagaimanapun, dengan penelitian sebelumnya dimana program sebelum berhenti dengan menggunakan tambahan selama 2 sampai 4 minggu lebih efektif dibanding program nikotin yang standar.

Sumber : perempuan
Halaman :
1

Ikuti Kami