Kuatir Tak Lulus UN Gereja pun jadi Ajang Berdoa dan Belajar

Internasional / 28 April 2009

Kalangan Sendiri

Kuatir Tak Lulus UN Gereja pun jadi Ajang Berdoa dan Belajar

Lestari99 Official Writer
3872

Sebanyak 68.268 siswa SMP di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti ujian nasional (UN), semenjak Senin (27/4), kemarin. Tetapi untuk menghindari kelulusan 0 persen, sejumlah kepala sekolah mengambil kebijakan membuka pelajaran tambahan di gereja pada sore hari bagi siswanya.

"Studi sore itu sambil menggelar renungan rohani agar usaha siswa dalam belajar dapat dikabulkan oleh Tuhan," kata Kepala SMP Sinar Pancasila Kupang Bernadus Katu, Senin kemarin.

Pada UN tahun sebelumnya, dari 37 peserta UN di SMP Sinar Pancasila Kupang, tak ada satu siswa pun yang lulus dalam UN tersebut sehingga kondisi ini membuat kepala sekolah swasta itu cemas.

"Dinaikkannya standar kelulusan siswa menjadi 5,50 dari 5,25 pada UN tahun sebelumnya mendorong para siswa harus belajar ekstra untuk menggapai nilai tersebut karena pengalaman buruk pada tahun sebelumnya," kata Katu.

Pada UN tahun ini peserta UN di SMP Sinar Pancasila Kupang hanya 27 siswa.

"Hasil UN tahun lalu menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kami di sekolah ini. Kami tidak mau lagi menuai hasil yang sama seperti pada tahun sebelumnya. Karena itu, siswa peserta UN diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan pada sore hari di gereja yang sudah ditentukan," katanya.

Secara terpisah, Kepala SMP Negeri 5 Kupang Christian Taek menyatakan cukup kuatir dengan dinaikkannya standar kelulusan siswa menjadi 5,50 karena pengalaman tahun sebelumnya, standar kelulusan yang ditetapkan 5,25 persen, masih sulit dicapai para perserta UN.

Pada UN tahun lalu SMP Negeri 5 Kupang hanya mampu meluluskan 37 dari 140 siswanya sehingga kondisi ini membuat kepala sekolah bertambah kuatir.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengharapkan UN bagi siswa/siswi SMP di daerah ini harus bebas dari pengaruh pihak penyelenggara untuk menjaga murninya hasil kelulusan yang dicapai oleh masing-masing siswa.

Gubernur Lebu Raya mengemukakan hal ini karena dalam UN SMU/SMK pada pekan lalu, ada kepala sekolah yang dilaporkan membagi-bagi kunci jawaban kepada peserta didiknya untuk menghindari kelulusan 0 persen seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Sumber : kompas
Halaman :
1

Ikuti Kami