Gempa Dahsyat Guncang Papua

Nasional / 4 January 2009

Gempa Dahsyat Guncang Papua

Lestari99 Official Writer
3720

Gempa beruntun mengguncang Provinsi Papua Barat, menimbulkan kerusakan dan dilaporkan menelan beberapa korban.

Getaran salah satu gempa yang berkekuatan mencapai 7,3 skala Richter, dirasakan hingga di Australia, dan memicu tsunami kecil di pesisir tenggara Jepang.

Gempa terkuat berkekuatan 7,6 pada skala Richter mengguncang pada pukul 4:43 waktu setempat sekitar 135 km dari kota Manokwari, Papua, pada kedalaman 35 km, kata lembaga Survei Geologi Amerika Serikat USGS. Gempa itu kemudian disusul beberapa kali gempa susulan.

Peringatan siaga tsunami dikeluarkan oleh pihak berwenang di Indonesia menyusul gempa tersebut, namun dicabut dalam satu jam.

Sejauh ini empat orang dilaporkan meninggal di Papua, dan landasan pacu bandara Manokwari retak-retak, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada wartawan di Jakarta.

Banyak bangunan rumah, tempat ibadah dan gedung fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan di Manokwari dan juga Sorong.

Mengungsi

Komandan Kodim Manokwari, Letkol Infrantri Irham mengatakan kepada BBC, selain korban jiwa dan luka-luka, ratusan rumah warga mengalami kerusakan.

Sementara itu, ratusan warga kota Manokwari, terutama yang bermukim di sepanjang pesisir mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi lantaran kuatir akan ancaman tsunami.

Akibat gempa kuat beruntun tersebut, beberapa bangunan mengalami kerusakan berat.

Data yang dihimpun dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BGM) Jakarta menyebutkan, sejak gempa pertama pukul 02:43:51 WIB hingga pukul 13.00 WIB, Papua Barat sudah diguncang lebih dari 25 kali gempa.

Menanggapi bencana gempa tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dia telah mengirim tiga menteri ke Papua. Mereka adalah Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah yang diminta segera bertolak ke Manokwari Minggu siang.

Menurut Presiden Yudhoyono, ketiga menteri diinstruksikan agar segera sampai ke lokasi bencana guna memberi laporan tentang dampak gempa yang terjadi pada Minggu pagi tersebut.

Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun termasuk empat korban jiwa yang meninggal. Dia tertimpa dinding yang ambruk, kata para pejabat. Sedikitnya 37 orang terluka dan dirawat di rumah sakit.

Seorang pejabat lembaga bantuan mengatakan, 10 gedung hancur total, termasuk beberapa hotel dan kediaman seorang pejabat.

Aparat setempat mengatakan, tiga orang yang menginap di Hotel Mutiara, Manokwari, diangkat dari puing-puing dalam keadaan hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Aliran listrik terputus di Manokwari yang berpenduduk sekitar 160.000 jiwa.

Sebagian warga memilih bertahan di luar rumah karena kuatir dampak gempa susulan.

Bambang Nugroho, yang bertugas sebagai dosen di Universitas Papua, mengatakan pada Dewi Safitri, dia dan keluarganya akan menginap di halaman rumah malam ini karena sebagian bangunan rumah retak serta kuatir masih terjadi gempa susulan.

Sumber : bbc.co.uk/indonesian - LEP
Halaman :
1

Ikuti Kami