Kurus Bisa Redam Resiko Kanker

Info Sehat / 31 December 2008

Kalangan Sendiri

Kurus Bisa Redam Resiko Kanker

Lestari99 Official Writer
7163

Mengurangi berat badan, menjauhi daging merah (sapi, kambing dan babi), mengurangi memakan daging babi olahan serta konsumsi alkohol menekan resiko kanker, kata suatu laporan internasional.

Dana Penelitian Kanker Dunia (WCRF) melakukan penyelidikan terbesar sejauh ini terhadap gaya hidup dan kanker, dan mengeluarkan beberapa rekomendasi yang tegas.

Rekomendasi itu termasuk tidak kelebihan berat badan, menghindari minuman bergula dan alkohol serta tidak makan daging olahan dalam bentuk bacon atau ham.

Setiap orang harus berniat untuk sekurus mungkin tanpa menjadi terlalu kurus.

Orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), rumus yang memperhitungkan tinggi dan berat badan, antara 18,5 dan 25, dipandang berada dalam rentang berat yang "sehat".

Namun penelitian ini mengatakan, resiko meningkat begitu orang mendekati angka 25 dan setiap orang harus sedekat mungkin dengan batas bawah.

Paling Komprehensif

Dokumen ini tidak menyertakan riset baru. Panel mengkaji 7.000 penelitian yang ada selama lima tahun.

Menurut mereka, hasil ini merupakan investigasi yang paling komprehensif terhadap resiko pilihan-pilihan gaya hidup tertentu.

Mereka melihat lemak tubuh sebagai faktor kunci dalam perkembangan kanker, dan memperkirakan lemak memiliki arti penting yang lebih besar daripada dugaan sebelumnya.

Para penyusun laporan mengatakan, mereka mengajukan satu daftar anjuran, bukannya "firman".

"Namun, kalau orang berminat untuk mengurangi resiko kanker, maka mengikuti anjuran itu merupakan cara untuk melakukannya," kata Profesor Martin Wiseman, yang ikut menyusun laporan tersebut.

Kanker bukan nasib, itu masalah resiko, dan Anda bisa menyesuaikan dengan resiko tadi dengan perilaku Anda. Sangat penting bahwa orang merasakan mereka memegang kendali atas apa yang mereka perbuat," tambah Profesor Martin Wiseman, penyusun laporan tersebut.

Namun, dua pertiga kasus kanker diduga tidak terkait dengan gaya hidup, dan tidak banyak yang bisa ditempuh orang untuk mencegah kanker dalam kondisi semacam itu.

"Meski demikian, lebih dari tiga juta dari 10 juta kanker yang didiagnosis di seluruh dunia setiap tahun bisa dicegah jika rekomendasi itu dipenuhi," kata Profesor Wiseman.

Sumber : bbcindonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami